Anies Baswedan ke Perusahaan Reklamasi, Mau Jualan Urus Izin Dulu

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaaikan pendapat saat peluncuran 'Si Dukun 3 in 1' (Sistem Integrasi Layanan Kependudukan 3 in 1) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan, Jakarta, 2 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaaikan pendapat saat peluncuran 'Si Dukun 3 in 1' (Sistem Integrasi Layanan Kependudukan 3 in 1) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan, Jakarta, 2 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkritik pengembang pulau reklamasi yang menjual propertinya meskipun izin dari pemerintah belum keluar. Dia juga menyayangkan konsumen yang tidak memeriksa izin tersebut.

    “Makanya ini jadi pelajaran, lain kali kalau jualan, bereskan semua izin. Kalau mau beli barang cek ada izinnya apa ga. Nanti anda mengerjakan sesuatu nyalahin pemerintah terus," kata Anies Baswedan usai menghadiri acara hari ulang tahun ke-99 Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta pada Kamis 1 Maret 2018.

    Baca juga: Reklamasi Jakarta, Menteri Luhut: Saya Cium Tangan kalau Salah

    Pernyataan Anies Baswedan disampaikan terkait gugatan konsumen properti di pulau reklamasi yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    “Gugatan itu  salah alamat,” kata Anies Baswedan.

    Menurutnya, polemik sengketa antara konsumen dan pengembang pulau reklamasi harusnya menjadi pelajaran.

    Pengadilan Negeri Jakarta Utara hari ini menjadwalkan  sidang gugatan enam pembeli properti reklamasi di Pulau D. Sebelumnya, pada 22 Januari 2018, enam konsumen tersebut mendaftarkan gugatan terhadap PT Kapuk Naga Indah dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Keenam penggugat itu adalah Agus Tamin, Handy Tamin, Suradi Tamin, Stevanus Williyan, Endro Weliyan, dan Yudarno yang membeli properti di Golf Island pada periode 2012-2013.

    Keenam penggugat menuntut PT Kapuk Naga Indah, anak usaha Agung Sedayu Group, mengembalikan seluruh uang yang mereka setorkan. Mereka sebelumnya telah membayarkan Rp 35,67 miliar atas pembelian unit properti di Golf Island.

    Enam konsumen itu juga menuntut Pemprov DKI membayar ganti rugi sebesar Rp 10 miliar kepada masing-masing penggugat. Mereka menganggap kebijakan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta tidak melanjutkan reklamasi merugikan mereka.

    Juru bicara PN Jakarta Utara Jootje Sampaleng sebelumnya menyampaikan, jika para pihak yang bersengketa memenuhi panggilan, majelis hakim akan menawarkan mediasi terlebih dulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.