Sandiaga Uno Kawan Bos Pengembang Rumah DP Nol Rupiah Rorotan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melompat dari Jembatan Cinta Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Selasa, 27 Februari 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melompat dari Jembatan Cinta Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Selasa, 27 Februari 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pengembang rumah tapak down payment atau DP nol rupiah di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, adalah PT Nusa Kirana milik kenalannya.

    Sandiaga menyebut bahkan telah mengenal generasi kedua bos PT Nusa Kirana sejak masih sekolah. Pertemanan dilanjutkan ketika mereka aktif dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

    "Saya kenalnya justru dari waktu zaman sekolah dulu karena ini (pemilik sekarang) kan generasi kedua," katanya di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis, 1 Maret 2018. "Nusa Kirana saya udah kenal lama."

    Sandiaga Uno pun mengakui bahwa PT Nusa mengajukan program pembangunan rumah tapak DP nol rupiah di Rorotan tersebut kepadanya terlebih dahulu. "Lalu ke Pemprov DKI, terus silakan dikaji dan semuanya terbuka."

    BacaGaya Susi Pudjiastuti Meledek Sandiaga Uno di Danau Sunter

    Government Relations PT Nusa Dhiki Kurniawan pun menyatakan penawaran telah disampaikan sekitar sebulan lalu kepada Sandiaga Uno. "Tapi memang ke Wagub," kata Dhiki melalui telepon pada Kamis, 1 Maret 2018.

    Dhiki mengakui program rumah DP nol rupiah yang mereka tawarkan belum disetujui oleh pemerintah. Pada Rabu, 28 Februari, sedianya dilakukan groundbreaking yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Namun, lantaran tak mencapai kata sepakat soal skema dan harga, Anies dan Sandi urung hadir dalam groundbreaking tersebut.

    PT Nusa akhirnya menggelar groundbreaking rumah tapak tanpa kehadiran Anies-Sandiaga Uno, kendati telah memasang backdrop yang menyebutkan bahwa produk tersebut bagian dari program DP Nol Rupiah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.