Jumat, 14 Desember 2018

DKI Jakarta Stop Pembangunan RPTRA Mulai Januari 2019, Sebab...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bentuk Patung Menembus Batas di RPTRA dan RTH Kalijodo, Jakarta, 26 September 2017. Nantinya pengunjung taman terbuka itu bisa berkreativitas dengan mencorat-coret dinding tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    Bentuk Patung Menembus Batas di RPTRA dan RTH Kalijodo, Jakarta, 26 September 2017. Nantinya pengunjung taman terbuka itu bisa berkreativitas dengan mencorat-coret dinding tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) tak akan dibangun lagi setelah tahun ini. Dia beralasan kini semakin sulit mencari lahan untuk pembangunan RPTRA tersebut.

    "Iya mau disetop. Sekarang nyari tanah susah," kata Agustino di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 5 Maret 2018.

    Baca: Djarot Tetap Akan Resmikan 20 RPTRA Belum Jadi di Jakarta Barat

    Agustino mengatakan Pemprov DKI Jakarta sudah makin kesulitan mencari lahan untuk pembangunan 47 titik RPTRA yang direncanakan pada tahun ini. Padahal, Pemprov juga masih memerlukan lahan untuk pembangunan ruang terbuka hijau yang rasionya harus mencapai 30 persen.

    "Sementara yang kehutanan baru berapa persen dia dari harusnya 30 persen. Sekarang kita laksanakan RPTRA atau RTH? Kalau saya milih-nya RTH," kata Agustino.

    Selain itu, Agustino beralasan sudah cukup banyak RPTRA yang dibangun. Dia menyebut, hingga saat ini sudah ada sekitar 270 RPTRA yang dibangun dengan menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah.

    "Udah banyak RPTRA, enggak harus satu kelurahan satu. Kan bisa numpang sana-sini," ujar Agustino saat ditanya ihwal kebutuhan masyarakat akan ruang publik ramah anak tersebut.

    Agustino tak merinci berapa RPTRA yang dibangun dengan dana corporate social responsibility (CSR). Menurut Agustino, ke depannya masih memungkinkan bagi swasta untuk membangun RPTRA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.