Gubernur Anies Baswedan Mengapresiasi Tempo: Thinking Journalist

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengucapkan selamat ulang tahun ke-47 untuk majalah Tempo melalui akun instagramnya. instagram.com

    Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengucapkan selamat ulang tahun ke-47 untuk majalah Tempo melalui akun instagramnya. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi apresiasi kepada Tempo karena telah ikut menjaga kualitas jurnalistik di Indonesia. Menurut Anies Rasyid Baswedan, jurnalis Tempo tidak hanya mentranskrip sebagian kalimat nara sumber, lalu memotong sisanya.

    “They’re listening, not simply hearing. They’re writing, not simply transcribing. Mereka mendengar sambil berpikir, menulis sambil berpikir. Thinking journalist,” kata Anies Baswedan dalam Instagramnya ketika menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-47 kepada Tempo pada Selasa, 6 Maret 2018.

    Baca juga: Ditanya Reklamasi, Anies Baswedan: Baca Majalah Tempo Saja

    Majalah Tempo pertama kali terbit pada 6 Maret 1971. Para pendiri Tempo adalah wartawan dan sastrawan seperti Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, Christianto Wibisono dan Usamah. Mereka didukung Yayasan Jaya Raya yang dipimpin Ir. Ciputra dan berada di bawah naungan Pemerintah DKI Jakarta.

    Anies Baswedan menjelaskan banyak orang yang memiliki pengalaman berinteraksi dan membaca majalah Tempo. Anies Baswedan menceritakan pengalamannya diwawancara wartawan Tempo pada Februari 2018, sebagai ilustrasi tentang karya jurnalistik Tempo.

    Diskusi kami panjang sore itu, kata Anies Baswedan, lalu, saat tim Tempo menulis hasil wawancaranya, mereka berhasil mengubah bahasa lisan menjadi bahasa tulisan yang singkat tanpa mengubah isi dan inti gagasan.

    Anies Baswedan masih ingat, penjelasan panjang dan diskusi komprehensif tersebut sanggup wartawan Tempo temukan intisarinya, lalu dituangkan dengan bahasa tulisan yang akurat.

    Tulisan Tempo, katanya, jadi simetris dengan isi diskusi. Tempo, puji mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini,  tidak hanya mentranskrip sebagian kalimat, lalu memotong sisanya.

    “They’re listening, not simply hearing. They’re writing, not simply transcribing. Mereka mendengar sambil berpikir, menulis sambil berpikir. Thinking journalist,” ujar Anies Baswedan.

    Pada akhirnya, kata Anies Baswedan memberi kesimpulan, Tempo menghargai narasumber dan tak merendahkan pembacanya dengan tulisan seselera penulisnya atau asal jadi. Tempo menghadirkan tulisan yang simetris dengan ide nara sumbernya.

    Simak juga: Wawancara Khusus Tempo dengan Anies Baswedan

    Mantan Rektor Universitas Paramadina ini mengucapkan selamat ulang tahun untuk majalah Tempo dan memberi apresiasi karena telah ikut menjaga kualitas jurnalistik di negeri tercinta ini.

    “Semoga hari-hari ke depan, bisa tetap menjaga kualitas karya jurnalistik yang berpihak pada kebenaran,” kata Anies Baswedan mengakhiri Instagramnya dengan inisial ABW.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.