Tepergok Minta Uang Tilang, 2 Polantas Polda Metro Distafkan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor ditilang polisi karena melanggar jalur khusus sepeda motor di Jalan M.H Thamrin, pada hari pertama penerapan kebijakan itu, 5 Februari 2018. Tempo/M Rosseno Aji

    Pengendara sepeda motor ditilang polisi karena melanggar jalur khusus sepeda motor di Jalan M.H Thamrin, pada hari pertama penerapan kebijakan itu, 5 Februari 2018. Tempo/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua polisi lalu lintas Polda Metro Jaya distafkan setelah tertangkap basah meminta uang tilang. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra menyebutkan ada dua anggotanya yang diduga meminta uang saat menilang pengendara sepeda motor bernama Reza di Penjaringan, Jakarta Utara.

    Dua petugas itu adalah Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) SA dan Aiptu MA. Halim mengatakan, keduanya telah diperiksa oleh divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). "Hasilnya mereka melakukan kesalahan dan langsung dimutasi dengan distafkan di Yanmas (Pelayanan Masyarakat) PMJ,” kata dia saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis 8 Maret 2018.

    Aiptu SA dan Aiptu MA merupakan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat. Perilaku mereka terungkap lewat video yang viral. 

    Video itu merekam tiga anggota Polantas, yang salah satunya meminta uang sebesar Rp 300 ribu kepada pengendara sepeda motor karena mengangkut muatan melebihi batas maksimal. Namun pengendara tersebut enggan membayar.

    Polisi yang meminta uang itu mendadak mengeluarkan kata-kata kasar. Akhirnya sepeda motor itu tetap dibawa ke kantor polisi.  Pemilik sempat bertanya pula kenapa tidak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya saja yang ditahan. Tapi polisi tetap membawa sepeda motor dan meninggalkan pemilik motor bernama Reza serta barang bawaannya di jalan raya

    Menurut Halim tindakan polisi menindak Reza dengan menyita motornya itu sudah sesuai prosedur. Meski Reza memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), surat itu sudah habis masa berlakunya. Walhasil Reza tetap kena tilang. “Untuk motor pengendara yang disita oleh oknum tersebut saat penilangan, itu sudah sesuai prosedur. Karena STNK-nya mati, maka motornya harus disita,” ujar Halim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.