Sandiaga Uno Sebut Syarat Pedagang di Kios Sudirman-Thamrin

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain penataan jalan dan trotoar yang baru di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Desain penataan jalan dan trotoar yang baru di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyerahkan proses seleksi pedagang yang menempati kios di kawasan Sudirman-Thamrin kepada Dinas UMKM. Intinya mereka memiliki produk sesuai dengan standar OK-OCE.

    "Dari segi pelatihan dan pendampingan yang sudah melewati proses," kata Sandiaga di Balai Kota, Kamis, 8 Maret 2018. 

    Menurut Sandiaga Uno, pedagang harus memiliki laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan. “Mereka juga menjadi pembayar pajak yang patuh seperti itu," tuturnya.
     
    Dengan adanya kios, desain baru jalan Sudirman-Thamrin akan mengurangi ruang pejalan kaki di trotoar. Nantinya, luasan trotoar akan dibagi dua, masing-masing untuk pejalan kaki dan utilitas (utility box).

    Baca: Anies Baswedan Didesak Patuhi Aturan di Trotoar Sudirman-Thamrin

    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, trotoar utilitas akan dilengkapi dengan fasilitas publik berupa jalur sepeda, halte bus, spot seni dan budaya, sarana edukasi infrastruktur, spot serbaguna, kios, toilet, bangku, tempat sampah, serta penunjuk arah. Pemerintah Provinsi DKI juga akan membangun walk of fame tokoh-tokoh olahraga di depan Kompleks Gelora Bung Karno.

    Desain penataan trotoar ini hasil perubahan dari rancangan sebelumnya sesuai dengan keinginan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia ingin desain baru untuk memastikan kemudahan pejalan kaki serta menjadi ruang ekspresi bagi warga.

    "Ketika ini dirancang, kami ingin memastikan tempat ini berfungsi untuk pejalan kaki di sekitar sana. Kedua, harus menjadi ruang ekspresi budaya, baik rancangannya maupun fasilitasnya. Ketiga, ini harus sarana edukasi," ucapnya dalam pidato presentasi desain baru Sudirman-Thamrin di Balai Agung kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

    Baca: Anies Baswedan Tata Sudirman-Thamrin, Biaya Rp 360 M dari Swasta

    Dalam paparan desain baru, Yusmada menerangkan bahwa lebar trotoar awalnya di Jalam Sudirman 5,5 meter. Nah, berdasarkan desain baru Sudirman-Thamrin akan dibuat 3 lajur kendaraan reguler masing-masing selebar 3 meter kemudian untuk sepeda motor dan bus pariwisata selebar 5-6 meter, jalur hijau (pepohonan, utilitas, halte) sekitar 3,5 meter, dan sisanya trotoar untuk pedestrian selebar 8-9 meter. Trotoar ini akan menampung jalur sepeda 2 meter, kios serta ruang pejalan kaki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.