Sandiaga Uno Ingin TPST Bantargebang Jadi Objek Wisata

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja makan diatas tumpukan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, 5 November 2015. TEMPO/Subekti.

    Seorang pekerja makan diatas tumpukan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, 5 November 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bekasi - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana menjadikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menjadi objek wisata edukasi. "Ini potensinya sangat besar," kata Sandi di TPST Bantargebang, Jumat, 9 Maret 2018.

    Ia mencontohkan, di sejumlah negara maju sampah tak lagi menjadi momok. Sampah justru menjadi sumber penghidupan karena diolah dengan baik. Misalnya, sampah bisa dijadikan energi hingga pupuk organik. "Bantargebang bisa diolah dengan baik ke depannya," kata Sandi yang datang di Bantargebang dengan berlari sejauh lima kilometer dari Kantor Polsek Bantargebang.

    Pengolahan sampah di TPST Bantargebang sejauh ini masih tradisional atau sanitary landfill. Artinya, tak ada teknologi modern yang digunakan untuk mengolah gunungan sampah di area seluas 110 hektar itu. Karena itu diproyeksikan, lahan milik Pemerintah DKI Jakarta tersebut.  hanya bisa bertahan sampai 2032.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis TPST Bantargebang pada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan proyeksi itu benar-benar terjadi jika sampah di Bantargebang hanya ditumpuk seperti yang saat ini. "Ditumpuk tapi pakai cover soil, dan yang sudah penuh ditutup geomembrane," kata dia.

    Dengan adanya geomembran, kata Asep otomatis, gunungan sampah yang kini mencapai 20-25 meter akan menyusut. Sebab, gunungan sampah tersebut tak terkena hujan, sedangkan pengambilan gas metana untuk diolah menjadi listrik cukup maksimal.

    Asep mengatakan, DKI tak khawatir dengan proyeksi penggunaan lahan TPST Bantargebang diprediksi tak lebih dari 15 tahun. Soalnya, kata dia, pemerintah akan membangun intermediate treatment facility (ITF). Salah satunya di Sunter, Jakarta Utara. "Kalau ITF sudah jadi, otomatis sampah tak lagi dibuang ke Bantargebang," kata dia.

    Asep menjelaskan kepada Sandiaga Uno bahwa gunungan sampah di TPST Bantargebang tak akan ditinggal begitu saja. Tumpukan sampah tersebut pasti diolah sampai habis agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.