Operasi Keselamatan, Polda Klarifikasi: Merokok Tak Bisa Ditilang

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Keselamatan. ANTARA/Fikri Yusuf

    Ilustrasi Operasi Keselamatan. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Ajun Komisaris Besar Budiyanto memberi klarifikasi ihwal pelanggaran lalu lintas yang menjadi target Operasi Keselamatan Jaya 2018. Klarifikasi itu terkait dengan sanksi kepada pengendara yang kedapatan merokok atau mendengarkan musik. "Keduanya bukan pelanggaran lalu lintas, maka tidak bisa ditilang," katanya, Jumat, 9 Maret 2018.

    Baca: Bos Mitsubishi: Telepon dan Merokok Sambil Mengemudi Berbahaya

    Sebelumnya, polisi mengklaim telah melakukan survei tentang berbagai tindakan yang bisa membahayakan lalu lintas. Tindakan itu di antaranya penggunaan global positioning system (GPS), memakai telepon seluler, merokok, dan mendengarkan musik bersuara keras. Alasannya, penggunaan teknologi itu justru membuat konsentrasi pengendara terpecah sehingga berpeluang menyebabkan kecelakaan.

    Namun belakangan menurut Budiyanto, kegiatan merokok dan mendengarkan musik tidak bisa dimasukkan sebagai bentuk pelanggaran. Karena itu, polisi tidak akan mengenakan sanksi tilang. Sedangkan untuk pengendara yang menggunakan GPS tetap ditindak. “Yang dilarang itu adalah penggunaan GPS pada aplikasi telepon,” ujarnya. "Namun kalau GPS yang sudah dipasang di kendaraan bukan pelanggaran."

    Simak: Negara Ini Melarang Pengemudi Merokok Sambil Berkendara

    Operasi Keselamatan Jaya 2018 digelar selama 20 hari, mulai 5 Maret 2018. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra menyebut dalam dua hari operasi saja telah ditemukan sekitar 4.000 pelanggaran. "Sekitar 3.000 pengendara kami tegur dan sisanya kami tilang," tuturnya, Rabu, 7 Maret 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.