Sabtu, 22 September 2018

Sandiaga Uno Bocorkan Kelemahan Pemprov DKI Menata Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pedagang kaki lima yang memenuhi Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, 9 Maret 2018. Polisi berencana memanggil Pemprov DKI Jakarta untuk membandingkan data terkait penutupan jalan tersebut. TEMPO/Subekti.

    Aktivitas pedagang kaki lima yang memenuhi Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, 9 Maret 2018. Polisi berencana memanggil Pemprov DKI Jakarta untuk membandingkan data terkait penutupan jalan tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak ingin terburu-buru membuat keputusan tentang penataan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebelum melakukan sosialisasi yang cukup.

    Itu sebabnya, dia menyatakan belum bisa mengungkapkan kapan konsep penataan jangka menengah (midterm) akan dirilis.

    Menurut dia, keputusan yang terburu-buru itu kerap kali diambil lantaran banyaknya desakan dari warganet lewat sosial media. "Belajar dari tahap pertama, kami tidak ingin terburu-buru. Kami didorong-dorong, kan sama kalian. Didorong-dorong sama netizen, akhirnya terburu-buru," kata Sandiaga Uno kepada pers di Union Space V Office, Jakarta, pada Jumat, 9 Maret 2018.

    BacaSopir Angkot Tanah Abang Ultimatum Anies Baswedan

    Sandiaga Uno lalu membuka rahasia mengapa penataan Tanah Abang selama ini tersendat. Dia menjelaskan, dalam penataan tahap pertama Tanah Abang, seperti penutupan Jalan Jatibaru Raya pada Desember 2017, Pemerintah Provinsi DKI belum sempat berkomunikasi dengan Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra, Ombudsman Nasional, pejalan kaki, dan instansi terkait lainnya.

    "Kami belum sosialisasi yang cukup, akhirnya belum sempat komunikasi dengan Pak Halim, belum sempet komunikasi panjang dengan instansi terkait, belum sempat ngomong sama pejalan kaki, Ombudsman."

    Maka sebelum memutuskan dan mengumumkan konsep penataan tahap menengah Tanah Abang, Pemerintah Provinsi DKI akan berkomunikasi dengan instansi dan komunitas terkait. Pada Jumat sore, diumumkan hasil survei penataan kawasan Tanah Abang tahap pertama. "Ini surveinya data konkret pertama yang kami miliki," kata Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.