Penyerangan Ustad di Depok, Pelaku Mengaku Dapat Bisikan Gaib

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdurrahman, 53 tahun,  ustad  yang menjadi korban penusukan di Komplek Bumi Sawangan Indah, Depok, Jawa Barat, Minggu 11 Maret 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    Abdurrahman, 53 tahun, ustad yang menjadi korban penusukan di Komplek Bumi Sawangan Indah, Depok, Jawa Barat, Minggu 11 Maret 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ustad bernama Abdurrahman menjadi korban penyerangan saat hendak menjalankan salat subuh berjemaah di Masjid Darul Muttaqin, Bumi Sawangan Indah, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad, 11 Maret 2018. Pelakunya adalah perempuan bernama Silvia Mardina alias Vivi, yang diduga menderita depresi.

    Vivi sudah dua tahun tinggal seorang diri di perumahan tersebut. “Dia sering mondar-mandir di sini, bawa tas kecil, dandanannya menor,” kata Choiron, penduduk setempat. Ia mengatakan Vivi memang sering terlihat mengganggu warga sekitar, terutama pria dewasa. “Dia sering mukul para pria di sini tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

    Choiron menuturkan pernah satu kali ada tetangga yang bertanya alasan Vivi menyerang pria-pria itu. “Katanya, dia dapat bisikan gaib kalau dirinya menerima wahyu untuk memukul,” ucapnya. Selama ini, Vivi hanya menyerang korban menggunakan tangan kosong. Karena itu, tidak ada masyarakat yang curiga perempuan itu bakal menyerang Abdurrahman dengan pisau.

    Baca: Ustad Hendak Salat Subuh di Sawangan Depok, Ditusuk Orang Stres

    Menurut Choiron, sebelum menyerang Abdurrahman, Vivi sebenarnya mencari Gufron, yang juga seorang ustad. Vivi menyebut Gufron sebagai dajal yang harus dibinasakan. Namun tidak ada tetangga yang menanggapi perkataan perempuan tersebut.

    Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki motif penyerangan yang dilakukan Vivi terhadap Abdurrahman. Adapun Abdurrahman sudah kembali ke rumah setelah mendapat perawatan medis akibat tusukan pisau di lehernya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.