Rabu, 19 Desember 2018

Dituduh Sebar Hoax, Fahri Hamzah dan Fadli Zon Dipolisikan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon bertemu dengan sejumlah ulama di kompleks parlemen, Jakarta, 30 November 2017. Sejumlah ulama tersebut melaporkan rencana Reuni 212 yang akan digelar Sabtu, 2 Desember 2017 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta. TEMPO/Putri.

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon bertemu dengan sejumlah ulama di kompleks parlemen, Jakarta, 30 November 2017. Sejumlah ulama tersebut melaporkan rencana Reuni 212 yang akan digelar Sabtu, 2 Desember 2017 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin 12 Maret 2018, karena dugaan menyebarkan hoax dan kebencian SARA. Muhammad Rizki didampingi kuasa hukumnya dari Cyber Indonesia melaporkan keduanya karena isi cuitan dalam akun Twitter @FahriHamzah dan @FadliZon.

    "Hari ini kami laporkan karena ada dugaan pelanggaran terhadap UU ITE," kata Rizki di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca: Babak Baru Konflik Fahri Hamzah dan PKS Sampai ke Polisi

    Dalam akun keduanya, Fahri Hamzah dan Fadli Zon mengunggah cuitan dari pemberitaan Jawa Pos, yang belakangan diklarifikasi. "Dari pihak media mengklarifikasi dan mencabut. Tapi yang amat kita sayangkan posisi FH dan FZ yang seorang pejabat tetap mempertahankan berita hoax. Sedangkan media yang bersangkutan sudah klarifikasi berita tersebut," kata Rizki.

    Rizki mengatakan pelaporannya terhadap dua wakil rakyat itu bisa dijadikan pelajaran bagi masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong. Ia mencontohkan kelompok yang ditangkap akibat menyebarluaskan hoax. "Kami tidak mau kemudian pejabat tinggi negara memperlihatkan tindakan-tindakan yang menurut kami tidak perlu diperlihatkan," ujar dia.

    Baca: Fadli Zon Jenguk Ahmad Dhani di Polres Jakarta Selatan

    Fadli Zon dan Fahri Hamzah melakukan retweet akun Twitter @jawapos yang berisi, "Ketua MCA adalah Ahoker. Jadi maling teriak maling dan ngaku Muslim segala. Ayok @DivHumas_Polri selesaikan barang ini. Jangan mau merusak nama Polri dengan menyerang identitas agama".

    Laporan Rizki tercantum dalam nomor LP/1336/III/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus. Fadli Zon dan Fahri Hamzah diduga melanggar Pasal 28 (2) Jo Pasal 45 (2) UU No 19 Tahun 2008 Tentang ITE.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Pemilih Tetap Tahap Kedua untuk Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum atau KPU akhirnya mengumumkan perbaikan Daftar Pemilih Tetap tahap kedua pada 15 Desember 2018 untuk Pilpres 2019.