Pembacokan Anak Kapolresta Bandung, Polisi Terkendala Saksi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolsek Cakung Komisaris Supoyo menunjukan sebilah celurit yang digunakan komplotan begal di wilayah Jakarta Timur, Ahad, 11 Maret 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Kapolsek Cakung Komisaris Supoyo menunjukan sebilah celurit yang digunakan komplotan begal di wilayah Jakarta Timur, Ahad, 11 Maret 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepolisian Resor Jakarta Selatan dan Kepolisian Daerah Metro Jaya terus menyelidiki insiden pembacokan terhadap Raynaldi Kusheriadi, 21 tahun, anak Kepala Kepolisian Resor Kota Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo. Namun polisi mengalami kesulitan mencari saksi karena insiden pembacokan itu terjadi pukul 03.00 WIB, Minggu, 11 Maret 2018, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    "Jamnya (kejadian) itu jam 3 pagi, sehingga tidak banyak saksi-saksi yang bisa memberi keterangan," ujar Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Selasa, 13 Maret 2018.

    Menurut Mardiaz, sejauh ini ada tiga saksi yang telah diinterogasi. Dua di antaranya merupakan rekan korban, sedangkan satu saksi lain merupakan warga sekitar.

    Baca: Kronologi Pembacokan Anak Kapolres Bandung di Pasar Minggu

    "Namun dia tidak melihat langsung kejadian. Jadi kita interogasi, dia hanya berada di sekitar lokasi kejadian saat penganiayaan tersebut," kata Mardiaz.

    Polisi juga akan mengecek beberapa rekaman CCTV saat kejadian dan mengecek daftar pencarian orang (DPO) terkait dengan kasus serupa. "Ada beberapa (rekaman CCTV) yang bisa kita ambil dan akan kita bawa ke Mabes Polri untuk dicek digital forensiknya," kata Mardiaz.

    Menurut Mardiaz, polisi masih mendalami dugaan pelaku pembacokan berkaitan dengan geng motor atau begal motor.

    SALSABILA PUTRI PERTIWI | TD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.