Flyover Bintaro Permai Diresmikan, Kemacetan Diproyeksi Berkurang 50 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas saat uji coba jalur flyover lintas atas Bintaro, di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 6 Maret 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah kendaraan melintas saat uji coba jalur flyover lintas atas Bintaro, di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 6 Maret 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan jalan layang (flyover) lintas atas Bintaro Permai—rel kereta api—dan lintas atas Cipinang Lontar hari ini, 16 Maret 2018. Anies mengatakan jalan layang itu diproyeksi mengurangi kemacetan yang timbul akibat persimpangan serta pelintasan sebidang rel kereta api.

    "Kami berharap ini juga membantu meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang melintasi rel kereta api," kata Anies di jalan layang Bintaro Permai, Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018.

    Anies menjelaskan, ada dua flyover yang diresmikan hari ini, yakni lintas atas Bintaro Permai sepanjang 391 meter serta Cipinang Lontar sepanjang 542 meter. Ia menuturkan pembangunan itu bertujuan menghilangkan persimpangan sebidang di Jalan Bekasi Timur Raya, rel Jakarta-Bekasi, serta mendukung jalur Transjakarta koridor 11.

    Baca: Dimulai Era Ahok, Flyover Bintaro Molor Tiga Bulan

    Dengan rampungnya jalan layang ini, kata Anies, tinggal dua proyek lintas atas tak sebidang yang tengah dikerjakan, yakni jalan layang Mampang dan Matraman. "Kalau itu semua tuntas, enam proyek lintas tak sebidang akan selesai semua," ucapnya.

    Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansah memprediksi flyover ini akan mengurangi kemacetan lalu lintas hingga 50 persen. "Kalau untuk Bintaro, diprediksi akan mengurangi kemacetan sekitar 50 persen karena sudah tidak ada lagi perlintasan sebidang, di atas lancar, di bawah lancar," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.