Anies Baswedan Dihadang Ombak dan Angin Kencang, Ini Data BMKG

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi ombak. haoto.cn

    ilustrasi ombak. haoto.cn

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko menerangkan kondisi cuaca menyusul pembatalan perjalanan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Kepulauan Seribu pagi tadi. 

    Hary mengatakan, di Perairan Utara Teluk Jakarta bertiup angin dari Barat Daya dengan kecepatan 5-20 knots. Hujan ringan pun diprediksi terjadi dari pagi sampai malam. "Kondisi gelombang (laut) setinggi 0,8-1,5 meter," katanya kepada Tempo hari ini, Rabu, 21 Maret 2018.

    Menurut Hary, pelarangan pelayaran dalam kondisi cuaca ini sebenarnya tergantung ukuran kapal yang digunakan. “(Tergantung) Besar atau kecilnya kapal.“

    LihatGerindra Minta Anies Baswedan Beberkan Proses Rumah DP Nol Rupiah

    Perjalanan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Kepulauan Seribu untuk membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi DKI Tingkat Kabupaten Administari Kepulauan Seribu terpaksa dibatalkan tadi pagi. Syahbandar meminta kapal tak berlayar karena cuaca dinilai tak memungkinkan.

    "Otoritas Pelabuhan Marina menginformasikan bahwa ketinggian gelombang mencapai 2 meter dengan angin berkecepatan 20 knot arah Barat Daya,” kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Widjatmoko di Dermaga Marina Ancol, Jakarta Utara, pagi tadi.

    Sedianya rombongan Anies Baswedan akan menumpang kapal motor milik swasta dengan kapasitas 300 GT, terdiri sejumlah pejabat DKI Jakarta dan wartawan peliput. Rombongan sudah berada di Dermaga Pelabuhan Marina sejak pukul 06.00 WIB. Tapi, pukul 08.00 dinyatakan keberangkatan dibatalkan.

    Menurut Sigit, ketika diminta mengurungkan niat berlayar, Gubernur Anies Baswedan juga tengah dalam perjalanan menuju Dermaga Marina. Setelah dilapori Syahbandar Pelabuhan Marina tentang ombak tinggi dan angin kencang, dia balik arah kembali ke Balai Kota DKI.  “Kegiatan di sana tetap dilaksanakan oleh pejabat Kabupaten Kepulauan Seribu."

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.