PLN Disjaya Turunkan Tim Cek Sampah Kabel Gorong-gorong

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air beristirahat sejenak saat membersihkan sampah dan lumpur dari dalam saluran air di kawasan Jl. Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, 10 Maret 2017. Beberapa hari yang lalu ditemukan kembali sampah kulit kabel di kawasan ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petugas Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air beristirahat sejenak saat membersihkan sampah dan lumpur dari dalam saluran air di kawasan Jl. Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, 10 Maret 2017. Beberapa hari yang lalu ditemukan kembali sampah kulit kabel di kawasan ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya menurunkan tim untuk mengecek sampah kulit kabel utilitas di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Sampah kabel sebanyak 12 meter kubik ditemukan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat saat membersihkan saluran air dan drainase pada Minggu lalu.

    "Segera saya tugaskan staff untuk memeriksa ke lokasi dan konfirmasi ke Dinas Sumber Daya Air," General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu, 21 Maret 2018.

    Meski sampah itu telah ditemukan sejak hari Minggu, Ikhsan mengklaim baru mengetahui informasi soal temuan tersebut. Ia mengatakan sampah kabel yang ditemukan belum tentu milik perusahaannya. "Kejadian beberapa tahun yang lalu ternyata bukan PLN."

    Baca: Sampah Kulit Kabel Dekat Istana dan Balai Kota Diangkut 3 Mobil

    Empat hari berselang, belum ada titk terang soal pemilik kabel tersebut. Namun Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air Boris Karlop Lumbangaol telah menyampaikan hasil temuannya. "Dua di antaranya kulit kabel PLN dan Telkom," kata Boris.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengetahui penemuan sampah tersebut. Berdasarkan laporan dari bawahannya, ada dugaan pencurian kabel yang ditanam di bawah saluran air. Ia sempat menyebut akan segera berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menelusuri temuan tersebut.

    Belum ada perkembangan berarti. Polisi pun masih belum mendapatkan informasi apapun soal temuan sampah kabel. "Kami belum terima laporan dari Pemprov DKI Jakarta," kata juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat ditemui di Kompleks Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Maret 2018.

    Baca: Sampah Kulit Kabel, Anies Baswedan Bilang Itu Pencurian

    Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Roma Hutajulu menyampaikan hal senada. Menurut dia, belum ada laporan, baik dari PLN maupun Telkom, soal pencurian kabel. "Kalau kami gak tahu pemilik kabel, bagaimana kami bisa tahu kabel siapa yang dicuri," kata dia.

    Penemuan sampah kulit kabel di gorong-gorong ibu kota ini memang bukanlah kejadian pertama. Kejadian yang sama pernah terjadi pada 2016 di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Pada saat itu Ahok bahkan menuding adanya pihak tertentu yang melakukan sabotase sehingga menyebabkan banjir di kawasan tersebut. Enam tersangka pencuri kabel di gorong-gorong langsung ditangkap polisi dalam tiga hari, 7-9 Maret 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.