Sampah Plastik Muara Angke Masih Tersisa 40 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat dioperasikan untuk membersihkan sampah di kawasan Hutan Mangrove, Muara Angke, Jakarta, 20 Maret 2018. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menyatakan hingga 19 Maret 2018 lalu sampah yang sudah diangkut mencapai 54 ton. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Alat berat dioperasikan untuk membersihkan sampah di kawasan Hutan Mangrove, Muara Angke, Jakarta, 20 Maret 2018. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menyatakan hingga 19 Maret 2018 lalu sampah yang sudah diangkut mencapai 54 ton. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir sepekan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pengangkatan sampah plastik di kawasan hutan mangrove Ecomarine, Muara Angke, Jakarta Utara, tapi sampah masih ada. Padahal DKI menargetkan pengangkatan dan pengambilan sampah selesai dalam kurun waktu satu minggu. 

    Dibanding pada Senin, 19 Maret lalu, sampah plastik di Muara Angke sudah terlihat jauh berkurang. Sampah yang tersisa diperkirakan sekitar 40 persen.

    Hingga Kamis siang, 22 Maret 2018 diperkirakan lebih dari 60 ton sampah telah diangkut dari Muara Angke dan dibawa ke tempat pembuangan akhir di Bantargebang. Menurut Kepala Seksi Pengendalian Dampak Lingkungan dan Kebersihan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Ari Prabowo, hari ini, ada sekitar 100 petugas gabungan yang dikerahkan untuk melakukan pengerukan dan pengangkutan sampah.

    Baca: Sampah Mangrove Muara Angke Didominasi Bungkus Plastik Mi Instan

    "Selain itu, total ada empat truk yang beroperasi untuk mengangkut sampah hari ini. Dua truk dari pihak dinas kebersihan dan sisanya dua truk dari pihak TNI," kata Ari saat ditemui di lokasi pengerukan sampah Muara Angke, Kamis.

    Ari juga mengatakan saat ini sampah plastik di hutan mangrove memang sudah berkurang banyak. Tinggal menyisakan lumpur-lumpur halus berwarna hitam yang bercampur dengan sampah. Karena itu, petugas diarahkan untuk mengambil sampah-sampah plastik tersisa yang masih terlihat di permukaan.

    "Kalau lumpurnya ini memang sengaja tetap dipertahankan, dan kami sudah koordinasi dengan pengelola mangrove karena akan dimanfaatkan untuk menanam pohon mangrove," kata Ari.

    Baca: Warga Muara Angke Sebut Sampah Dipengaruhi Angin Barat

    Ari menuturkan, meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pengangkutan dan pengambilan sampah selesai dalam waktu seminggu, pihaknya akan terus melakukan pembersihan hingga sampah tak ada lagi. Sebab, wilayah tugasnya memang melakukan pembersihan.

    Pada Senin kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat meninjau pengerukan dan pengangkatan sampah di Muara Angke. Anies mengatakan sampah-sampah yang berkumpul di kawasan hutan mangrove Ecomarine, Muara Angke, didominasi oleh sampah plastik.

    "Sampah yang di sini dominasinya sampah plastik bekas bungkus snack makanan, seperti Supermi dan Indomie yang kita masak dan sampah rumah tangga," kata Anies ketika meninjau kegiatan pengerukan sampah di kawasan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.