Ibu Sekap Anak, Pengurus LPAI Bingung Dilaporkan Chandri Widharta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chandri Widarta, ibu yang diduga menyekap dan melakukan kekerasan fisik dan psikis terhadap 5 anak adopsinya usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Maret 2018 Tempo/Andita Rahma

    Chandri Widarta, ibu yang diduga menyekap dan melakukan kekerasan fisik dan psikis terhadap 5 anak adopsinya usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Maret 2018 Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel mengaku bingung setelah dilaporkan ke polisi oleh Chandri Widharta (CW) terkait dengan kasus ibu sekap anak.

    Chandri adalah perempuan berusia 54 tahun yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak adopsinya dalam kasus ibu sekap anak.

    Chandri melaporkan sejumlah pernyataan Reza Indragiri yang disampaikan di depan media. Ia melaporkan Reza secara personal, bukan LPAI sebagai lembaga. "Saya bingung media mana yang jadi rujukan, saya sepertinya baru sekali bicara ke media," kata Reza Indragiri saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 22 Maret 2018.

    Baca: Kasus Ibu Sekap Anak, Polda Metro Akan Periksa Lagi CW Besok.

    Pelaporan terhadap Reza dilakukan oleh Chandri bersama tim kuasa hukumnya pada Kamis kemarin. Reza dianggap telah mencemarkan nama baik dan menyebar fitnah terkait dengan kasus yang menimpa Chandri. Padahal, Chandri telah membantah semua pernyataan yang menyebut dia telah menyekap belasan anak adopsinya.

    Reza Indragiri mengaku tidak pernah ada upaya klarifikasi oleh Chandri dan kuasa hukumnya sebelum melaporkan ke polisi. Namun laporan sudah kadung diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah Metro Jaya. "Ya insya Allah bersedia (menjalani pemeriksaan)," kata Reza Indragiri lagi.

    Reza tidak terlalu mempersoalkan laporan Chandri. Menurut dia, LPAI berfokus memastikan anak-anak adopsi Chandri agar terlindungi di rumah aman milik Kementerian Sosial. Situasi saat ini cukup rumit, kata Reza, sehingga kepolisian juga turun menangani.

    Thomas Edison Rihimone, kuasa hukum Chandri, mengajak Reza bertemu langsung dengannya jika merasa bingung. Ia sesumbar memiliki barang bukti sahih soal ucapan Reza yang dianggap memfitnah kliennya. "Ada banyak screenshot berita dan satu video wawancara dia di Tv One bersama Ketua KPAI (Komisioner Perlindungan Anak Indonesia)," ujarnya.

    Thomas tidak bersedia menunjukkan barang bukti yang ia laporkan ke polisi tersebut. Ia hanya menyampaikan salah satu ucapan Reza yang dianggap fitnah. "Ada satu perkataan bahwa Mas Reza pernah bertemu pelaku (Chandri), Reza lalu menyebut pelaku mengakui perbuatannya dan satu orang saksi membenarkan," kata Thomas Edison Rihimone.

    Saat dikonfirmasi, kata dia, Chandri merasa tidak pernah menyampaikan pengakuan apa pun kepada Reza terkait dengan kasus ibu sekap anak. Thomas menyesalkan informasi yang sudah terlanjur tersebar di publik bahwa Chandri adalah seorang penyekap anak, penganiaya, bahkan dituduh menjual organ anak adopsinya. "Kalau Reza datang untuk klarifikasi, dengan senang hati akan saya terima," katanya lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.