Senin, 17 Desember 2018

Berkunjung ke Kota Tua, Sandiaga Uno Sedih Dicuekin PKL

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga S. Uno. TEMPO/Fardi Bestari

    Sandiaga S. Uno. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sedih dengan perubahan sikap pedagang kaki lima atau PKL di Kota Tua yang telah direlokasi ke Taman Kota Intan, Jalan Cengkeh. Sandiaga mengatakan para PKL tak lagi antusias dengan kedatangannya tadi pagi.

    "Saya sedih biasanya (mereka bilang), Pak mana, inget enggak? Tadi diam aja," kata Sandiaga Uno di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat, 23 Maret 2018.

    Baca: Sandiaga Uno Sebut Ada Menteri Mengirim Hoax

    Sandiaga Uno melanjutkan, para PKL bahkan merespons seperlunya saja ketika dia menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait dengan penataan Kota Tua.

    "Malah saya yang ngomong kalau kami ada kebijakan. Oh ya, gitu aja (respons mereka)," ujarnya.

    Menurut Sandiaga Uno, kondisi semacam ini menunjukkan lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan Pemprov DKI. Dia pun berpendapat hal itu selaiknya membuat pemerintah waspada.

    "Itu yang berbahaya kalau masyarakatnya sudah mulai sangsi terhadap kebijakan Pemprov kami harus waspada," kata dia.

    Sandiaga Uno mengakui penataan jangka pendek Kota Tua mendesak dilakukan. Sebab, setelah direlokasi ke lokasi binaan Taman Kota Intan di Jalan Cengkeh, sangat sedikit PKL Kota Tua yang bertahan.

    "Dari 400 yang tahun lalu ditata, hanya bertahan 30 dan yang 30 juga sudah tutup," ujar Sandiaga Uno.

    Sandiaga Uno sebelumnya menyampaikan, tahap penataan kawasan Kota Tua dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pemindahan PKL ke lokasi binaan ini akan dimulai akhir Maret atau awal April.

    Dalam tahap menengah, Pemprov DKI akan merevitalisasi Kali Besar. Revitalisasi ini ditargetkan rampung sebelum perhelatan Asian Games XVIII Agustus nanti. Adapun dalam tahap panjang, Pemprov berencana mengembalikan Kota Tua sebagai kawasan bersejarah.

    "Jangka panjangnya kami harapkan preservasi Kota Tua sebagai heritage dan mudah-mudahan mendapat status dari UNESCO," ujar Sandiaga Uno soal PKL di Kota Tua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".