Sandiaga Uno Perintahkan Gedung DKI Matikan Lampu Saat Earth Hour

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memanen semangka di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.Tempo/Hendartyo Hanggi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memanen semangka di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memerintahkan semua aset gedung di bawah pemerintah provinsi ikut berpartisipasi dengan mematikan lampu pada Earth Hour 2018.

    "Dari rumah kediaman, rumah dinas, kantor-kantor kecamatan, kantor-kantor kelurahan, dan Monas," ujar Sandiaga Uno di Masjid At Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Maret 2018.

    Baca: Berkunjung ke Kota Tua, Sandiaga Uno Sedih Dicuekin PKL

    Sandiaga Uno mengatakan instruksi mematikan lampu selama Earth Hour di gedung pemerintahan merupakan partisipasi Pemprov DKI mendukung hal tersebut. Hal ini juga dilakukan untuk menginspirasi warga DKI agar juga ikut serta.

    "Mudah-mudahan bisa menginspirasi seluruh warga Jakarta untuk menghargai bumi kita," katanya.

    Sandiaga Uno bercerita bahwa dia sudah hampir 12 tahun ikut berpartisipasi dalam Earth Hour. Ia juga aktif mempromosikan hal ini melalui media sosial.

    "Banyak teman di luar Jakarta bilang wah Pak di sini tidak perlu di-matiin, mati sendiri lampunya," ucapnya sambil tertawa.

    Simak: Anies Baswedan Ingin Earth Hour Membuat Warga Hemat Listrik

    Sandiaga Uno mengatakan kegiatan Earth Hour pada malam ini, Sabtu, 24 Maret, dilakukan pada pukul 20.30-21.30 WIB. Hal ini, kata dia, seperti berlaku pada tahun-tahun sebelumnya.

    Earth Hour merupakan aksi mematikan lampu selama satu jam dalam meminimalisasi perubahan iklim di dunia. Aksi solidaritas ini dilakukan serentak di 180 negara di dunia, termasuk Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.