Pengamat Sarankan Anies Baswedan Wajibkan Earth Hour di DKI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hiburan perkusi pada acara Earth Hour di depan pendopo Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Maret 2018. Maria Fransisca Lahur.

    Hiburan perkusi pada acara Earth Hour di depan pendopo Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Maret 2018. Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat kelistrikan menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewajibkan semua gedung di DKI ikut kampanye Earth Hour. Pada kampanye Earth Hour, Sabtu, 24 Maret 2018, Anies mengikuti kampanye itu dengan memadamkan lampu di Balai Kota pada pukul 20.30-21.30.

    Pengamat kelistrikan, Tri Mumpuni, mengatakan masih banyak pemilik atau pengelola gedung di DKI yang belum memiliki kesadaran untuk menjalankan kampanye penghematan listrik itu. Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan ini menyarankan Pemprov DKI menjatuhkan sanksi bagi pemilik atau pengelola gedung yang menolak ikut Earth Hour.

    "Sebaiknya begitu, kalau enggak ikut pemadaman didenda. Keren itu," katanya ketika dihubungi lewat telepon, Ahad, 25 Maret 2018.

    Baca: Cerita Anies Baswedan Sempat Lupa Waktu Earth Hour Dimulai

    Tri menilai Anies mengerti pentingnya menghemat energi listrik. Menurut dia, Anies dapat menginisiasi diwajibkannya kampanye itu, misalnya melalui instruksi gubernur. "Mulai dari Jakarta dulu saja, deh," ujarnya.

    Tri menuturkan kampanye Earth Hour dapat diwajibkan dengan beberapa pengecualian. Gedung rumah sakit dan fasilitas publik lain yang bersifat vital, kata dia, tentu tak wajib melakukan pemadaman lampu. Selain itu, dia mengingatkan ihwal faktor keamanan yang perlu ditingkatkan saat pemadaman berlangsung.

    "Harus dijaga ketat. Soalnya, kalau gelap lalu ada orang berbuat jahat, itu kan ngeri juga. Kita tidak mau juga saat menghemat, lalu kriminalitas meningkat," tuturnya.

    Sebelumnya, Gubernur Anies menyampaikan harapannya agar kampanye Earth Hour menjadi pengingat warga Jakarta untuk berhemat energi listrik. Merujuk data World Wildlife Fund for Nature, Anies mengatakan penghematan dari pemadaman selama satu jam itu dapat mencapai 30 persen.

    Kemarin malam, meski Balai Kota gelap gulita, gedung-gedung lain di sekitarnya masih menyala terang. Lampu di kompleks Istana Wakil Presiden, persis di samping kanan Balai Kota, tetap menyala normal. Gedung Perpustakaan Nasional dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara juga tak ikut merayakan kampanye Earth Hour.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahayanya Sampah Laut Bagi Ekosistem

    Laut menyimpan banyak sekali manfaat. Namun, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Banyaknya Sampah Laut menjadi masalah besar sekarang ini.