Polisi Jemput Pelapor Lyra Virna Atas Dugaan Penipuan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum Lyra Virna, Razman Arif Nasution sedang memberikan keterangan pers soal pelaporan kepada kliennya, Jakarta, 9 Oktober 2017 Tempo/Adam Prireza

    Kuasa hukum Lyra Virna, Razman Arif Nasution sedang memberikan keterangan pers soal pelaporan kepada kliennya, Jakarta, 9 Oktober 2017 Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya menjemput pemilik Ada Tours and Travel, Lasty Annisa, yang dilaporkan oleh artis Lyra Virna atas dugaan penipuan dan penggelapan. Penjemputan ini dilakukan karena Lasty tak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan. "Kami bawa yang bersangkutan karena kami melakukan pemanggilan tapi tidak datang," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Rabu, 28 Maret 2018.
     
    Lasty adalah orang yang sebelumnya melaporkan Lyra atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. Laporan itu tertuang dalam surat nomor LP/2424/V/2017/PMJ/ Ditreskrimsus tertanggal 19 Mei 2017.

    Penyidik kemudian menetapkan Lyra sebagai tersangka berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

    Baca: Penyebab Lyra Virna Ganti Laporkan Dua Penyidik Polda Metro Jaya

    Sedangkan untuk dugaan penipuan yang dilaporkan Lyra, penyidik sudah melayangkan dua kali surat panggilan kepada Lasty. Namun dia tak kunjung memenuhi panggilan. Karena itu, penyidik mendatangi rumah Lasty di kawasan Bekasi untuk menjemputnya.

    Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti pemeriksaan terhadap Lasty itu dalam kapasitasnya sebagai tersangka atau saksi. Namun, sebelumnya, pengacara Lyra Virna, Razman Nasution, menyatakan polisi telah menetapkan Lasty sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.