Pasca-Warga Tewas, Proyek Rusun Pasar Rumput Dilanjutkan April

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana proyek Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Sehari usai kecelakaan, sejumlah jaring pengaman ditambahkan di sejunlah sisi bangunan oleh kontraktor, PT Waskita Karya. Senin, 19 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Suasana proyek Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Sehari usai kecelakaan, sejumlah jaring pengaman ditambahkan di sejunlah sisi bangunan oleh kontraktor, PT Waskita Karya. Senin, 19 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur PT Waskita Karya Agus Sugiono mengatakan setelah tewasnya warga akibat terkena material proyek pada dua pekan lalu, pihaknya akan menjalankan rekomendasi Komite Keselamatan Kerja Nasional pada proyek rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan.

    Rekomendasi tersebut, kata Agus, proyek pembangunan bisa kembali dimulai awal April 2018. "Kami siap menjalankan rekomendasi komite," kata Agus dalam keterangannya yang diterima Tempo di Jakarta, Jumat, 30 Maret 2018.

    Proyek rusun Pasar Rumput dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum sejak masa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 2016. Proyek rusun Pasar Rumput dihentikan sementara akibat insiden yang menimpa seorang warga bernama Taminah, 54 tahun. Wanita itu tewas setelah tertimpa pipa besi yang jatuh dari lantai sepuluh.

    Setelah ditelusuri, Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Kadik Triyanto menemukan unsur kelalaian dalam insiden ini. Salah satunya, Waskita terbukti tidak memasang jaring pengaman pada seluruh lokasi konstruksi.

    Komite, yang diisi oleh pejabat Kementerian Pekerjaan Umum itu, lalu menyampaikan tiga rekomendasi untuk perbaikan. Rekomendasi tersebut, yakni penambahan safety net vertical di seluruh sisi bangunan, penambahan safety deck pada lantai dan segmen tertentu, dan penyempurnaan metode kerja standard operating procedure (SOP).

    Untuk rekomendasi terakhir, kata Agus, Waskita masih melakukan pertemuan intensif dengan anggota komite. Tak hanya itu, investigasi internal diklaim terus berjalan. "Kami melakukan perbaikan, termasuk mengganti kepala proyek (I Made Aribawadana)," ujar Agus.

    Sekretaris Komite Keselamatan Kerja Nasional Sumito mengakui tidak membicarakan soal sanksi terhadap Waskita atas kecelakaan di rusun. Urusan tersebut diserahkan kepada Ditjen Penyediaan Perumahan sebagai pemilik proyek. Komite, kata dia, hanya berfokus pada perbaikan, bukan pada ranah hukum. "Kami akan cek apakah rekomendasi di jalan atau tidak," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.