Besarnya Api Kebakaran di Taman Kota Diduga Efek Industri Rumahan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Polres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan polisi menerjunkan tim laboratorium forensik menyelidiki lebih lanjut penyebab kebakaran di Taman Kota.

    Meskipun informasi awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, Hengki menilai ada faktor kemungkinan lainnya yang menyebabkan kebakaran begitu besar.

    "Karena di lapangan di sini banyak home industry, ini keterangan saksi ya. Sehingga menambah daya bakarnya semakin besar. Ini akan kita dalami lagi," kata dia di lokasi kebakaran, Perumahan Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat, 30 Maret 2018.

    Baca : Anies Baswedan Pasok Tangki Air Bersih ke Korban Kebakaran di Taman Kota.

    Hengki memaparkan, industri rumahan di kawasan kebakaran bervariasi, seperti percetakan, plastik hingga konveksi. Ia berharap hasil evaluasi penyelidikan menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk mencegah kebakaran seperti ini terjadi lagi.

    "Ini cukup disayangkan. Artinya dari kebakaran ini dan sebelumnya jadi pelajaran preventif ke depan, sebagai evaluasi daripada kami dan pemkot khususnya terkait kebakaran ini," ucap Hengki lagi.

    Kebakaran di Taman Kota yang terjadi pada Kamis 29 Maret 2018 pukul 18.30 menyebabkan dua orang tewas dan dua lainnya menderita luka-luka. Dua korban yang tewas adalah Anna, 42 tahun, dan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya. Sedangkan korban luka bernama Muhammad Rifai Hadi dan Novi. Mereka petugas pemadam kebakaran yang terjebak saat memadamkan api.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.