Selasa, 11 Desember 2018

Happiness Festival Digelar di Taman Menteng, Ada Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kelurga bahagia. shutterstock.com

    Ilustrasi kelurga bahagia. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga cara bahagia diperkenalkan dalam ajang Happiness Festival yang digelar di Taman Menteng, Jakarta, pada 31 Maret - 1 April 2018. Presiden United in Diversity Mari Elka Pangestu di Jakarta, Sabtu, mengatakan Happiness Festival adalah festival perayaan gerakan kebahagiaan global yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga harmoni hubungan sosial, ekologi, dan spiritual pertama di Indonesia.

    "Kita bisa menjadi masyarakat yang bahagia ketika kita mampu senantiasa menjaga harmoni antara ketiga unsur tersebut," katanya, Sabtu 31 Maret 2018.

    Happiness Festival secara resmi dibuka oleh Gellwynn Daniel Hamzah Jusuf (Sesmenteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Sekretaris Utama Bappenas) dan Mari Elka Pangestu (Presiden United in Diversity) di Taman Menteng.

    Baca: Budaya Betawi, Sandiaga Uno Buka Festival Cempaka Putih 2018

    Selama dua hari pelaksanaan, publik diundang untuk belajar lebih dalam mempraktikkan "tiga cara untuk bahagia", yaitu terjaganya harmoni antara manusia dengan sesama, lingkungan, dan spiritual.

    "Happiness Festival hadir untuk memperkenalkan tiga cara untuk bahagia. Kami percaya bahwa akar permasalahan yang dihadapi oleh negara kita, seperti kemiskinan, kelaparan, polusi hingga ketidaksetaraan dapat berangsur-angsur dibenahi jika kita sebagai warga negara dapat membantu pemerintah menjaga harmoni antarmanusia, lingkungan dan spiritual," kata Mari.

    Ia menambahkan, Happiness Festival memperkenalkan banyak aksi riil yang mudah untuk dilakukan dalam menjaga harmoni dengan ketiga elemen ini dan jika semua konsisten dalam melakukannya, maka hal itu akan membawa perubahan besar.

    Baca: Dodol Betawi Jadi Incaran Pengunjung di Festival Bongsang

    Dalam hal menjaga harmoni antarsesama manusia, akan ada serangkaian dialog tentang kesetaraan dan kedermawanan yang melibatkan sociopreneur muda yang bertajuk "Better Biz Better World", "Good Deeds: Happy Volunteering" dan "The Women Role to Make Happier Society".

    Kesadaran untuk menjaga harmoni dengan lingkungan ditekankan lewat dialog "Zero Waste Living is The Future", "Sustainable Food Consumption" serta "Responsible Pet: Be Happy with Pets".

    Publik pun diberikan edukasi untuk menjaga harmoni dengan diri sendiri secara spiritual lewat "Sweet and Toxic Success" dan "Happiness Inside".

    "Tiga cara untuk bahagia" ini secara global dikenal sebagai "Happiness Sustainable Development Goals Pyramid" atau Kebahagiaan Piramida SDG yang berakar dari Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

    Dicetuskan oleh PBB pada 2015 dan diadopsi oleh 193 negara, TPB adalah sebuah ajakan universal untuk mewujudkan dunia yang lebih bahagia dengan memberantas kemiskinan, melindungi bumi, dan memastikan semua orang hidup damai dan sejahtera.

    "Moto dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan," ujar Cokorda Dewi, EVP (Executive Vice President) United in Diversity. "Jadi, dalam mewujudkan kebahagiaan bagi 260 juta rakyat Indonesia, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

    Pemerintah membutuhkan bantuan dari sektor privat, akademisi, organisasi masyarakat dan para masyarakat. Bagi negara Indonesia, kebahagiaan itu erat kaitannya dengan hidup bersama-sama di bumi pertiwi dengan harmonis ditengah keberagaman budaya dan kepercayaan. "Hal inilah yang dapat kita pelajari dan praktikkan bersama lewat Happiness Festival," kata Cokorda Dewi.  

    Selain dialog, akan ada workshop tentang pengolahan sampah, membuat natural lip balm dan home remedy serta praktik langsung tentang sustainable fashion.

    Selama acara berlangsung, akan ada piknik yang bertema "Zero Waste Picnic".

    Happiness Festival akan dihadiri oleh para tokoh seperti Marzuki Usman, Aristides Katoppo dan Gde Ardika.

    Selain itu tokoh dari pelaku usaha swasta seperti Catharina Widjaja, Maria Dewantini Dwianto, Gracia Danarti, Vikra Ijas, dan Leonard Theosabrata. Ada pula figure publik dan para ahli meliputi Reza Gunawan, Ade Rai, Eva Celia, Andien, White Shoes and the Couples Company, dan masih banyak lagi.

    Happiness Festival didukung oleh berbagai pihak di antaranya Wall's, Gajah Tunggal, ASTRA, BRIZZI, Genki Sushi, PAUL, PLN, Blue Bird, Softex Indonesia, Softex Daun Sirih, MAP, SOGO, Kemenpar, PUPR, Jamba Juice, Krispy Kreme Doughnuts, Burgreens, Evoware, Avani, Foodhall, dan OI.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.