Begini Warga Akan Jual Puing-puing Kebakaran di Taman Kota

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membawa televisi yang masih bisa diselamatkan dari lokasi kebakaran permukiman di kawasan Taman Kota, Kembangan, Jakarta, 31 Maret 2018. Pemprov DKI Jakarta memastikan kebutuhan dasar korban kebakaran tersebut terpenuhi sandang, pangan dan air bersih. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Warga membawa televisi yang masih bisa diselamatkan dari lokasi kebakaran permukiman di kawasan Taman Kota, Kembangan, Jakarta, 31 Maret 2018. Pemprov DKI Jakarta memastikan kebutuhan dasar korban kebakaran tersebut terpenuhi sandang, pangan dan air bersih. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang warga korban kebakaran di Taman Kota, Andi, 28 tahun, mengatakan hari ini dirinya mulai membersihkan rumah dan mengumpulkan puing-puingnya.

    "Ngumpulin puing-puing. Ada banyak paku sama besi-besi juga. Ini sekalian mencari kunci motor. Motornya selamat tapi kuncinya enggak," kata Andi kepada Tempo, Ahad, 1 April 2018. Ia berharap puing-puing yang nantinya akan dijual bisa membantu memenuhi kebutuhannya seha ri-hari."Ini dikumpulin dulu jadi satu dengan warga lainnya, bareng-bareng nanti."

    Baca : Apa Janji Sandiaga Uno Pasca Peristiwa Kebakaran di Taman Kota?

    Sama halnya dengan Andi, Devi yang  merupakan korban kebakaran juga mulai mengumpulkan puing-puing yang ada di dalam rumahnya. "Ini tengah mengmpulkan besi-besi yang habis kebakaran aja, biar enggak diambil orang," kata wanita berusia 32 tahun itu.

    Menurut Ketua RT 016 RW 005, Paino, puing-puing bangunan dan juga besi-besi yang habis terbakar akan dikumpulkan menjadi satu untuk nantinya dijual secara bersama-sama. "Saya juga melarang orang-orang pengais puing-puing itu untuk masuk kesini," ucap Paino.

    Kebakaran di Taman Kota, tepatnya Perumahan Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat pada Kamis 29 Maret 2018  malam telah menghanguskan sedikitnya 122 rumah. Sampai Ahad, 1 April 2018 jajaran kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran hebat tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.