Pergerakan Tanah di Jalur Puncak Dipantau, Dipasangi Bore Pile

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan Petugas tengah melakukan evakuasi longsoran tanah yang menimbun jalur Puncak, yang mengakibatkan arus lalu lintas Puncak ditutup total sehingga dialihkan via Jonggol dan Sukabumi. Selasa 6 Februari 2018. Tempo/M. Sidik Permana

    Puluhan Petugas tengah melakukan evakuasi longsoran tanah yang menimbun jalur Puncak, yang mengakibatkan arus lalu lintas Puncak ditutup total sehingga dialihkan via Jonggol dan Sukabumi. Selasa 6 Februari 2018. Tempo/M. Sidik Permana

    TEMPO.CO, Bogor - Kondisi pergerakan tanah di beberapa titik kawasan Jalur Puncak yang pernah mengalami longsor terus dipantau. Petugas Balai Besar Pekerjaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rutin melakukan pengawasan . 

    Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI, Ditjen Bina Marga Atyanto Busono mengatakan kondisi jalur puncak masih stabil dan dapat dilintasi meski ada beberapa titik longsor sehingga harus dilakukan pemantauan pergerakan tanahnya. 
    "Dari lima titik longsor di Puncak semua kita pantau, bahkan ada beberapa titik yang sudah kita tembak menggunakan alat sehinga jika terjadi pergerakan tanah akan segera dilaporkan," kata dia, Senin 3 April 2018. 

    Untuk mencegah longsor Puncak terjadi lagi, PUPR akan memasang Bore Pile di beberapa titik di jalur Puncak karena terdapat jalur air di bawah tanah. Jalur air ini menyebabkan kondisi tanah di kawasan Puncak rawan pergerakan. "Nanti akan dilakukan Bore Pile sehingga tembus ke bawah sana dan dilakukan pada tiga atau empat bulan," kata dia.

    Baca: Alasan BMKG Minta Kawasan Puncak Harus Bebas dari Pembangunan

    Pakar Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hidrologi Hutan dan dosen di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Nana Mulyana Arifjaya mengatakan penggunaan teknik bore pile dalam menangani longsor di jalur puncak harus melalui uji pengeboran bebatuan. "Biasanya untuk pembuatan bore pile harus ada uji pengeboran terlebih dulu di daerah itu," kata dia.

    Uji coba pengeboran ini untuk mengetahui batuan induk dan kedalamannya. "Semua harus diperhitungkan secata teknisnya agar tidak salah,"kata dia.

    Sebagai jalan nasional, jalur puncak, yang saat ini longsor, harus dijaga keamanan dan konektivitasnya sehingga memerlukan rekayasa teknis untuk mengurangi risiko longsor.  Misalnya dengan penguatan dinding, pondasi lereng dan pengaturan drainase. "Berbagai pilihan teknologi yang tersedia harusnya digunakan atau dipilih agar risiko di kemudian hari dapat diantisipasi," kata dia.

    Baca: Longsor Puncak Lagi, Pakar IPB: Akibat Vila dan Bertani Sayur

    Penggunaan Bore Pile adalah jenis pondasi dalam yang berbentuk tabung. Bore pile berfungsi meneruskan beban struktur bangunan diatasnya dari permukaan tanah sampai lapisan tanah keras di bawahnya. "Makanya harus dilajukan uji terlebih dahulu," kata dia. 

    Pondasi bore pile yang akan dipasang di kawasan Puncak memiliki fungsi yang sama dengan pondasi tiang pancang atau pondasi dalam lainnya. Bedanya, pemasangan bore pile dilakukan dengan pembuatan lubang di tanah menggunakan bor, baru besi beton dicor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.