Kontroversi Puisi Sukmawati Soekarnoputri: Polisi Beri Penjelasan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukmawati Soekarnoputri menghadiri Sawala Apel Akbar berupa aksi gabungan sejumlah ormas di depan Gedung Sate, Bandung, 19 Januari 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Sukmawati Soekarnoputri menghadiri Sawala Apel Akbar berupa aksi gabungan sejumlah ormas di depan Gedung Sate, Bandung, 19 Januari 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri, diadukan ke polisi dengan tuduhan penistaan agama gara-gara puisi yang dibacanya. Namun, polisi tak gegabah mengusutnya.

    "Kami akan bentuk tim untuk mendalami laporan tersebut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta di kantornya hari ini, Selasa, 3 April 2018.

    Sukmawati dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya karena puisi berjudul "Ibu Indonesia" ciptaannya dianggap menistakan agama Islam. Ia dilaporkan oleh pengacara Denny Andrian Kusdayat hari ini, Selasa, 3 April 2018.

    "Saya laporkan Sukmawati dengan dugaan penistaan agama," ujar Denny di Polda Metro Jaya. 

    BacaKontroversi Puisi Sukmawati Soekarnoputri, Guntur Angkat Bicara

    Denny melaporkan Sukmawati Soekarnoputri melanggar Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama serta Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

    Dia juga menyerahkan rekaman video di beberapa laman media sosial sebagai barang bukti laporannya yang diterima polisi dengan Nomor LP/1782/VI/2018/PMJ/Dit. Reskrimum.

    Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menuturkan, belum diagendakan pemanggilan anak ke-4 pasangan Bung Karno dan Fatmawati tersebu. Dia beralasan, polisi masih mempelajari laporan Denny. "Nanti dong, kan masih kami teliti," ujar Argo.

    Menurut Denny, dalam puisi itu Sukmawati Soekarnoputri telah membanding-bandingkan syariat Islam dengan pemakaian konde. Bahkan, Sukmawati dianggap meremehkan lafal azan sebagai panggilan salat.

    "Melalui video, saat dia (Sukmawati) berkata bahwa syariat Islam disandingkan dengan syariat konde, nyanyian kidung Ibu pertiwi lebih indah daripada azanmu. Kalau bicara azan meremehkan Tuhan, ada lafal Allah di situ," ucap Denny.

    Kakak tertua Sukmawati, Guntur Soekarnoputra, mengatakan puisi yang dibacakan adiknya dalam pagelaran Indonesia Fashion Week 2018 itu sama sekali tidak terkait dengan pandangan dan sikap keluarga besar Bung Karno.

    Sebagai anak tertua, dia menjadi saksi hidup bagaimana Bung Karno dan istrinya, Fatmawati, mendidik anak-anak mereka sesuai syariat Islam. "Kami diajarkan syariat Islam dan menjalankan semua rukun Islam termasuk menunaikan ibadah haji," kata Guntur melalui keterangan tertulis soal kontroversi puisi adiknya pada Selasa, 3 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.