Begini Ratna Sarumpaet Sebut Dishub DKI Asal Menderek Mobilnya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) memberi keterangan pada wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 3 Desember 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta -Terkait video 1 menit 37 detik yang viral, Ratna Sarumpaet mengklaim mobilnya yang diderek petugas Dinas Perhubungan DKI itu tidak melanggar rambu lalu-lintas.

    Dalam video viral memperlihatkan petugas Dishub DKI menderek sebuah mobil berjenis MPV warna hitam dengan nomor polisi B 1237 BR. Dalam video terdengar suara pria menyebut pemilik mobil adalah aktivis Ratna Sarumpaet.

    Terlihat Ratna Sarumpaet juga mendatangi petugas Dishub dan mempertanyakan kesalahannya. “Mana Perdanya” Ratna Sarumpaet menyergah. Dirinya pun mengatakan akan menghubungi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Baca : Ada 380 Mobil yang Parkir Liar Diderek Dishub DKI Jakarta Selatan

    Dalam akun media sosial Twitter yang diposting Rabu 4 April 2018, Ratna Sarumpaet mengklaim bahwa mobilnya yang diderek oleh Dishub itu tidak melanggar rambu lalu lintas.

    Petugas Dishub langsung menderek mobil tanpa mengajak berkomunikasi terlebih dahulu. “Saya masih bicara dengan petugas yang laineh mobil saya sudah dibawa kabur“ Ratna mengungkapkan.

    Menurut Ratna Sarumpaetdirinya menolak mengambil mobil dari Dishub DKI. “Saya meminta Dishub kembalikan ke rumah saya. Itu menebus ulah mereka asal derek dan kasar“ tutur Ratna Sarumpaet lagi.

    Kalau soal kesalahan yang dilakukanRatna Sarumpaet meminta menanyakan langsung ke Dishub. “Tanya ke Dishub,” ucap dia, Rabu, 4 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.