Ratna Sarumpaet Sebut Anies-Sandi Takut Dianggap Salah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet menyaksikan mobilnya digembok dan diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Taman Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 3 April 2018. Foto:Instagram

    Aktivis Ratna Sarumpaet menyaksikan mobilnya digembok dan diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Taman Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 3 April 2018. Foto:Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Ratna Sarumpaet menyebutkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, terjebak dalam kondisi takut dianggap salah oleh masyarakat. Ketakutan itu terlihat dari sejumlah pernyataan Anies yang membantah telah ditelepon Ratna. “Harusnya (yang dibahas itu) masalah mobil yang tidak seharusnya diderek. Kok, ini yang diributin telepon?” ujar Ratna, Kamis, 5 April 2018.

    Pernyataan Ratna itu masih berkaitan dengan penderekan mobilnya di kawasan Taman Tebet, Jakarta Selatan, 3 April lalu. Saat itu, Ratna baru selesai berolahraga ketika petugas Dinas Perhubungan datang dan menderek mobilnya.

    Menurut Ratna, Taman Tebet adalah ruang publik yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Namun di tempat itu pemerintah tidak menyediakan lahan parkir. Karena itu, Ratna tidak merasa bersalah memarkir kendaraan di pinggir jalan dekat taman. Apalagi di jalan itu tidak ada tanda larangan parkir. “Saya enggak mau bayar (denda) untuk kesalahan yang tidak saya ketahui,” ucapnya.

    Ratna sempat menghubungi Gubernur Anies untuk memprotes tindakan petugas Dinas Perhubungan itu. Namun, karena tidak ada jawaban, ia menghubungi staf Anies yang dipanggil Jhon. Diduga Jhon inilah yang kemudian menghubungi petugas Dinas Perhubungan untuk mengembalikan mobil Ratna.

    Anies menilai pengembalian mobil Ratna oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta justru sebuah kekeliruan. Hal ini harus menjadi pelajaran bagi pegawai negeri sipil supaya jangan menumbuhkan kebiasaan takut kepada atasan. “Kalau menjadi pegawai pemerintah, bekerjanya harus takut pada prosedur,” tutur Anies.

    Adapun Sandiaga Uno mengatakan penderekan yang dilakukan petugas sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Dalam aturan itu memang tidak diharuskan adanya rambu-rambu untuk penderekan kendaraan. "Kami ingin memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih patuh terhadap perda tersebut," kata Sandiaga, 4 April 2018. "Kalau tidak ada tempat parkirnya, memang, ya, tidak boleh dibuat parkir di sana."

    Sandiaga mengatakan Ratna Sarumpaet datang ke Taman Tebet untuk berolahraga. "Terus parkir, mungkin udah biasa seperti itu. Harus ada yang ngingetin kalau itu tidak boleh di situ," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.