Pembunuhan Purnawirawan TNI AL, Sehari Sebelumnya Kemalingan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana olah TKP di kediaman seorang purnawirawan TNI yang menjadi korban pembunuhan di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 5 April 2018. Dari hasil pemeriksaan polisi, pada tubuh korban pembunuhan ini ditemukan tiga luka robek atau tusuk, yang terdiri dari dua di bagian bawah dada kiri dan satu luka di lengan kiri.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana olah TKP di kediaman seorang purnawirawan TNI yang menjadi korban pembunuhan di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 5 April 2018. Dari hasil pemeriksaan polisi, pada tubuh korban pembunuhan ini ditemukan tiga luka robek atau tusuk, yang terdiri dari dua di bagian bawah dada kiri dan satu luka di lengan kiri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari sebelum pembunuhan purnawirawan TNI AL Hunaedi, 82 tahun, rumahnya di Jalan Kayu Manis, Kompleks TNI AL Lebak Bulus disatroni maling. Uang pensiunnya raib. 

    Warga sekitar menyebut bahwa rumah Hunaedi telah dimasuki maling satu hari sebelum kejadian. "Sekitar Rabu, pukul 10 siang," kata Awaluddin, salah seorang pedagang makanan di pinggir Jalan Karang Tengah Raya, Pondok Labu, Jumat, 6 April 2018.

    Kabar tentang pencurian itu diketahui Awaluddin dari beberapa pelanggannya, yang merupakan warga Kompleks TNI AL, tempat Hunaedi tinggal.

    Baca: Pembunuhan di Lebak Bulus, Korban Tengah Mengaji Saat Kejadian

    Didi Sumardi, menantu Hunaedi, mengakui peristiwa pencurian itu. Uang yang dicuri semula tersimpan di lemari milik mertuanya. Sopiah sempat melaporkan ulangnya hilang kepada Hunaedi. "Akhirnya Bapak (Hunaedi) bilang, ya sudah mau gimana lagi," kata dia.

    Seorang tetangga lain yang enggan disebutkan namanya membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pada Rabu siang, maling masuk ke rumah dan mengambil uang pensiun milik Hunaedi. "Tapi saya tak tahu, apakah maling pada Rabu siang dan kemarin sorenya itu orang yang sama," kata dia.

    Peltu (Purn) Hunaedi dibunuh pada Kamis, 5 April 2018, sekitar pukul 19.00 WIB. Pembunuhan Hunaedi terjadi di dalam rumahnya sendiri yang berlokasi di Jalan Kayu Manis, terpisah oleh sebuah kali dengan Jalan Karang Tengah Raya. Pelaku masuk ke dalam rumah dan menusuk perut Hunaedi sebanyak tiga kali.

    Baca: Pembunuhan di Kompleks TNI AL Pondok Labu, Polisi Usut Jejak Kaki

    Saat kejadian, kata Awaluddin, Sopiah, 77 tahun, istri dari Hunaedi, keluar meminta pertolongan. "Iya, ibunya keluar lari-lari ke jalan raya (Jalan Karang Tengah Raya)." Mendengar hal tersebut, warga langsung berlarian menuju rumah Hunaedi. Namun pelaku pembunuhan sudah kabur melarikan diri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.