Pembunuhan Purnawirawan TNI AL, Tidak Ada Barang Hilang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melakukan olah TKP di kediaman seorang purnawirawan TNI yang menjadi korban pembunuhan di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 5 April 2018. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pukul 18.00 WIB, Kamis (5/4) saat korban tengah mengaji. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Polisi melakukan olah TKP di kediaman seorang purnawirawan TNI yang menjadi korban pembunuhan di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 5 April 2018. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pukul 18.00 WIB, Kamis (5/4) saat korban tengah mengaji. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus pembunuhan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) Peltu (purn) Hunaedi, Jumat, 6 April 2018.

    "Tadi malam, olah TKP, tapi karena kendala cuaca gerimis dan hujan, akan dilakukan olah TKP lagi nanti," Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat, 6 April 2018.

    Sampai saat ini, kata Argo, polisi masih mendalami motif pembunuhan terhadap pensiunan TNI AL ini. Alasannya, tidak ada barang korban yang hilang. 

    Baca: Pembunuhan di Kompleks TNI AL Pondok Labu, Polisi Usut Jejak Kaki

    Semula, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar menduga kejadian yang menimpa Hunaedi adalah perampokan. Dari keterangan saksi, ucap dia, sekitar pukul 18.00 WIB, pelaku masuk ke rumah dan terjadi cekcok dengan korban. "Dari ruang depan, kemudian terjadi pembunuhan di ruang tengah," tuturnya.

    Menurut Argo, olah TKP hari ini kembali dilakukan pencarian barang bukti untuk mengetahui motif pembunuhan. "Dirunut ya, dari TKP tersebut, ada kejadian apa di situ, mencari barang bukti dan menanyakan saksi di sekitar juga," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.