Sabtu, 20 Oktober 2018

Bela Puisi Sukmawati, Ade Armando Siap Berdebat dengan Damin Sada

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ade Armando Dinilai Tak Punya Niat Jahat

    Ade Armando Dinilai Tak Punya Niat Jahat

    TEMPO.CO, Jakarta – Perdebatan antara dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, dengan Ketua Umum Jawara Jaga Kampung (Jajaka) Nusantara, Damin Sada, tentang puisi Sukmatawi Soekarnoputri semakin memanas di dunia maya. Damin yang dikenal sebagai jawara Bekasi itu bahkan ingin bertemu dengan Ade untuk meminta klarifikasi.

    Keinginan Damin tertulis dalam surat yang beredar di media sosial. Sekretaris Jajaka Nusantara, Fadlan, memberikan konfirmasi ihwal surat Damin tersebut. "Iya benar," kata dia melalui pesan pendek di Jakarta, Minggu, 8 April 2018. Dalam surat itu, Damin menuntut penjelasan Ade yang menyatakan “azan tidak suci”.

    Ade membenarkan ucapannya soal azan tidak suci. Menurut dia, komentar itu merupakan bentuk pembelaan terhadap puisi Sukmawati. "Seandainya ada orang yang merasa kidung lebih indah dari azan, ya enggak apa-apa dong, azan itu tidak suci, ya biasa-biasa sajalah," kata Ade melalui telepon.

    Sukmawati sebelumnya dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya karena puisinya yang berjudul Ibu Indonesia dianggap menghina agama Islam. Dalam puisinya, Sukmawati menulis suara kidung Indonesia lebih merdu dari alunan azan.

    Ihwal surat Damin Sada yang menuntut klarifikasi, Ade menyatakan sudah mengetahuinya karena beredar di media sosial. "Saya juga dikasih tahu orang," katanya. Ade telah menjawab tawaran Damin itu lewat akun Facebook-nya.

    Ade Armando menerima ajakan Damin terkait dengan puisi Sukmawati Soekarnoputri itu. Namun, ia meminta Damin terlebih dahulu memperbaiki suratnya. Ade menilai beberapa kalimat dalam surat tidak tepat. Salah satunya, "Tebusan disampaikan kepada: Allah SWT."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.