Polisi Kantongi Terduga Pelaku Pembunuhan Purnawirawan TNI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan olah TKP di kediaman seorang purnawirawan TNI yang menjadi korban pembunuhan di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 5 April 2018. Polisi mengerahkan anjing pelacak dalam olah TKP tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas melakukan olah TKP di kediaman seorang purnawirawan TNI yang menjadi korban pembunuhan di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 5 April 2018. Polisi mengerahkan anjing pelacak dalam olah TKP tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar menuturkan polisi sudah mengantongi terduga pelaku pembunuhan purnawirawan TNI Angkatan Laut Hunaedi, 83 tahun. Pelu (Purn) Hunaedi tewas dibunuh di rumahnya Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis 5 April 2018.

    "Mulai mengarah tapi beri waktu saja dulu. Kami masih cari fakta-fakta untuk memperkuat," ujar Indra saat dihubungi, Ahad, 8 April 2018.

    Hunaedi dibunuh di dalam rumahnya pada Kamis, pukul 18.00 WIB. Rumah itu terpisah oleh sebuah kali kecil dengan Jalan Karang Tengah Raya. Pelaku awalnya mengetuk pintu rumah Hunaedi. Begitu dibuka oleh Hunaedi, pelaku langsung masuk ke dalamnya.

    Baca: Pembunuhan di Lebak Bulus, Korban Tengah Mengaji Saat Kejadian

    Sempat terjadi perkelahian antara Hunaedi dan pelaku. Pelaku membenturkan kepala Hunaedi ke dinding rumah dan menusuk perutnya sebanyak tiga kali tepat di organ vital. "Bisa saja pelaku sudah biasa melakukannya," kata Indra.

    Indra menuturkan saat ini sudah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Hingga kini, sudah ada enam saksi yang diperiksa. "Semua sudah kami periksa saksi-saksi, yang terkait semua diperiksa," ujar dia.

    Tim penyidik, kata Indra, sudah mengantongi rute kaburnya pelaku pembunuhan. Ia pun memberikan waktu satu minggu kepada penyidik untuk mendalami kasus ini. "Saya beri waktu 1 minggu bagi penyidik untuk mendalaminya," kata Indra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.