Tumpahan Minyak di Pulau Pari, Lurah: Kejadian Setiap Tahun

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpahan minyak di sebuah pantai di sebelah selatan Pulau Pari, Kepulauan Seribu pagi tadi, Ahad, 8 April 2018. Foto dokumentasi WALHI

    Tumpahan minyak di sebuah pantai di sebelah selatan Pulau Pari, Kepulauan Seribu pagi tadi, Ahad, 8 April 2018. Foto dokumentasi WALHI

    TEMPO.CO, Jakarta - Tumpahan minyak kembali menyergap Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Pulau Pari Edi Mulyono mengatakan tumpahan minyak ini diketahui pada Ahad pagi, 8 April 2018.

    "Ahad pagi, saya dapat laporan warga, katanya ada tumpahan minyak. Saya langsung cek ke sana," kata Edi ketika dihubungi Tempo, Senin, 9 April 2018.

    Menurut Edi, tumpahan minyak seperti ini bukan yang pertama terjadi di Pulau Pari. Edi mengatakan insiden ini berulang setiap tahun. Pada 2017, contohnya, peristiwa serupa terjadi pada September.

    Beberapa warga mengeluhkan adanya kejadian ini. Para wisatawan yang datang ke Pulau Pari juga tak bisa ikut turun ke pantai karena air pantai berminyak. "Tumpahan minyak mencemari pantai, khususnya di bagian selatan pulau. Panjangnya sekitar 1,5 hingga 2 kilometer," ucapnya.

    Edi menduga tumpahan minyak berasal dari kebocoran kilang minyak yang ada di dekat Kepulauan Seribu, terutama di sebelah utara dan timur.

    Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Hardiman menuturkan dirinya telah memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan tumpahan minyak sejak Ahad kemarin. Yusen mengatakan sudah ada beberapa di titik yang dianggap telah bersih dari tumpahan minyak.

    "Salah satunya di Pantai Cafe, Pulau Pari," tutur Yusen ketika dihubungi Tempo secara terpisah. Yusen enggan menjawab pertanyaan mengenai penyebab tumpahan minyak tersebut. Menurut dia, itu bukanlah kewenangannya untuk menjawab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.