Ratna Sarumpaet Kirim Somasi, Ketua Komisi B DPRD Bela Dishub DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet menyaksikan mobilnya digembok dan diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Taman Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 3 April 2018. Foto:Instagram

    Aktivis Ratna Sarumpaet menyaksikan mobilnya digembok dan diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Taman Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 3 April 2018. Foto:Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi buka suara ihwal konflik antara Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan aktivis Ratna Sarumpaet. Suhaimi menyemangati Dishub DKI dengan mendorongnya untuk tegas menjalankan tugas dan menegakkan aturan.

    "Dishub agar tidak ragu-ragu menjalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku kepada siapapun. Harus begitu," kata Suhaimi ketika dihubungi Tempo, pada Senin, 9 April 2018. Termasuk dalam hal ini tentunya Ratna Sarumpaet.

    Hari ini, Senin 9 April 2018 Dishub DKI disomasi oleh Ratna Sarumpaet. Somasi ini merupakan buntut dari penderekan mobil Ratna oleh Dishub DKI pada Selasa pekan lalu. Ratna protes lantaran merasa tak melanggar aturan apapun.

    Baca : Mobil Ratna Sarumpaet Diderek, Dishub Jelaskan Cara Ambil Mobil

    Dalam somasinya, Ratna meminta Dishub DKI menyampaikan permohonan maaf kepada publik, menjelaskan tentang permasalahan penegakan peraturan daerah yang dimuat dalam koran dan berita nasional, inventarisasi permasalahan lalu lintas khususnya marka jalan, dan melakukan kajian ulang tentang penderekan mobil. 

    Ratna Sarumpaet juga menyebut tindakan penderekan itu merupakan perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata.

    Menurut Suhaimi, Dishub DKI harus tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Aturan yang dimaksud yakni Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2004 tentang Transportasi. Merujuk aturan itu, jalan raya tidak boleh digunakan untuk parkir kecuali ada tanda yang menyatakan boleh parkir.

    "Itu yang dipegang oleh Dishub kan, jalan itu untuk lalu lintas," ujar Suhaimi membela Dishub DKI. Dia mencontohkan, hal ini ibarat perdebatan penggunaan trotoar untuk pedagang kaki lima. Suhaimi mengatakan, aturan menyebutkan trotoar diperuntukkan pejalan kaki.

    Simak juga : Siapa Bayar Denda Ratna Sarumpaet, Dishub DKI Jawab Begini

    "Jangan sampai orang jualan terus bilang ini enggak ada larangan untuk berdagang kok," kata Suhaimi.

    Meski begitu, Suhaimi mendorong Dishub untuk merespons somasi yang disampaikan Ratna Sarumpaet. Dia menyebut komplain merupakan hal lazim. Dia pun meminta Dishub merespons sebagai bentuk menghargai komplain tersebut.

    "Jangan sampai warga komplain gak dihargai. Harus ada hak untuk mendapatkan jawaban," kata Suhaimi soal kisruh penderekan mobil Ratna Sarumpaet tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.