Polisi Usut Tusukan Sadis Kasus Pembunuhan Purnawirawan TNI AL

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan olah TKP di kediaman seorang purnawirawan TNI yang menjadi korban pembunuhan di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 5 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas melakukan olah TKP di kediaman seorang purnawirawan TNI yang menjadi korban pembunuhan di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, 5 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi hingga Senin 9 April 2018 masih memburu pelaku pembunuhan seorang purnawirawan TNI Angkatan Laut bernama Hunaedi, 83 tahun. Hunaedi ditemukan tewas dibunuh di rumahnya di Jalan Pondok Labu, Jakarta Selatan.

    Tak hanya pelaku, polisi masih mendalami motif kejahatan pembunuhan sadis yang terjadi pekan lalu tersebut. Salah satu pendekatan yang dilakukannya adalah memeriksa berkas korban selama korban masih hidup dan sepanjang dirinya masih berkarir di militer.

    Baca : Istri Korban Pembunuhan Pensiunan TNI AL Sebut Ciri-ciri Pelaku

    "Kami dalami sampai sejauh itu. Apakah sebelum wafat dia punya masalah sama orang lain. Karena sepertinya kalau kami lihat lukanya penuh dengan emosi. Mematikan itu. Dengan barang-barang enggak ada yang hilang," ujar Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar di kantor Kepolisiaan Daerah Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 9 April 2018.

    Hunaedi dibunuh di dalam rumahnya pada Kamis, 5 April 2018 pada pukul 18.00 WIB. Rumah itu terpisah oleh sebuah kali kecil dengan Jalan Karang Tengah Raya. Pelaku awalnya mengetuk pintu rumah Hunaedi. Begitu dibuka oleh Hunaedi, pelaku langsung masuk ke dalamnya.

    Dalam kasus pembunuhan itu sempat terjadi perkelahian antara Hunaedi dan pelaku. Sampai akhirnya, pelaku membenturkan kepala Hunaedi dinding rumah. Selanjutnya, pelaku menusuk perut Hunaedi sebanyak tiga kali tepat di organ vital yakni di dada bagian kiri, dan di bagian rusuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tiga Pansel Capim KPK dan Konflik Kepentingan dengan Kepolisian

    Koalisi Kawal Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi mendesak Jokowi agar menelusuri dugaan konflik kepentingan tiga anggota pansel capim KPK.