Dapat Lukisan dari Pasien Gangguan Jiwa, Anies Baswedan Lapor KPK

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong kue bersama seorang penyandang disabilitas saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-6 Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT) di Perpustakaan Nasional, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 10 Maret 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong kue bersama seorang penyandang disabilitas saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-6 Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT) di Perpustakaan Nasional, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 10 Maret 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat cendera mata berupa sebuah lukisan dari seorang pasien gangguan jiwa Rumah Sakit Dr Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu, 7 April 2018. Lukisan itu diterima Anies setelah menjadi pembicara dalam seminar keperawatan jiwa dan musyawarah wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Pengurus Wilayah Ikatan Perawatan Kesehatan Jiwa Indonesia (PPNI IPKJI) DKI Jakarta.

    Anies berjanji bakal memajang lukisan itu di kantornya. Namun Anies akan melaporkan hadiah itu lebih dulu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Bagus, akan saya taruh di kantor, tapi dilaporin ke KPK dulu," katanya di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu.

    Baca: Kawali Minta Anies Baswedan Selidiki Tumpahan Minyak Pulau Pari

    KPK memang mewajibkan setiap pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima gratifikasi untuk melapor. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Pasal 12C ayat (2) dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Pasal 16. Penerima gratifikasi harus melaporkan pemberian itu selambat-lambatnya 30 hari kerja kepada KPK terhitung sejak tanggal gratifikasi itu diterima.

    Cendera mata yang diterima Anies itu termasuk pemberian yang dapat dikategorikan sebagai gratifikasi, yakni pemberian hadiah atau suvenir kepada pejabat saat kunjungan kerja. Namun KPK-lah yang kemudian akan menetapkan apakah pemberian itu termasuk gratifikasi atau bukan. "Kalau kayak begini, KPK biasanya memaklumi, tapi harus tetap lapor," ujar Anies.

    Lukisan yang diterima Anies itu berukuran sekitar 40 x 60 sentimeter. Lukisan di atas kanvas tersebut menggambarkan pemandangan dengan biru air, langit, dan hijaunya pepohonan.

    Baca: Hasil Razia Air Gedung Sudirman-Thamrin, Anies Baswedan: Not Good

    Menurut Dewan Pakar IPKJI Pusat Budi Anna Keliat, lukisan untuk Anies Baswedan itu merupakan karya salah satu pasien ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) bernama Andari, yang menjalani rehabilitasi di RS Soeharto Heerdjan, Grogol. "Kami ingin menunjukkan bahwa pasien gangguan jiwa itu tidak rusak segala-galanya, tetapi masih ada potensi yang harus kita pulihkan," ucapnya di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.