Setelah Somasi Dishub Ratna Sarumpaet Kritik Pedas Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai berlari dalam acara Run for Cancer yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana di Thamrin Park and Ride 10, Jakarta Pusat, 8 April 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai berlari dalam acara Run for Cancer yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana di Thamrin Park and Ride 10, Jakarta Pusat, 8 April 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Persoalan aktivis Ratna Sarumpaet dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta terus bergulir. Permintaan Wakil Gubernur Sandiaga Uno supaya kedua belah pihak menyelesaikan masalah dengan baik di luar hukum tak digubris oleh aktivis sosial dan kesenian itu. 

    "Sandi minta mediasi jangan somasi. ya, saya nggak tahu ya, itu harapan Wagub, tapi ini (somasi Dishub) hak saya," kata Ratna Sarumpaet dalam konferensi pers di Restoran Dapur Indonesia, Jakarta Pusat, hari ini, Senin, 9 April 2018. "Dan ini tidak melanggar apa-apa." 

    BacaSandiaga Uno Bela Dishub DKI: Ratna Sarumpaet Memang Melanggar

    Sebelumnya, Sandiaga Uno meminta Ratna mengurungkan niatnya mensomasi Dishub setelah mobilnya diderek di Taman Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi, 3 April 2018. “Dicoba dimediasi saja, karena kalau dilihat sisi hukum, banyak sekali bias ke publik,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 April 2018.

    Menurut Sandiaga Uno, penderekan mobil Ratna oleh Dishub merupakan penegakan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Aturan itu perlu disosialisasi lebih gencar lagi agar masyarakat paham aturan. “Alhamdulillah, telah ditertibkan juga di daerah-daerah elite. Selama ini katanya daerah elite tidak mungkin bisa ditertibkan.”

    Bukan hanya tak mengikuti sarannya, Ratna Sarumpaet juga menilai Sandiaga Uno tak tahu persoalan yang dia hadapi dengan Dishub DKI. Ratna Sarumpaet mengatakan, Sandiaga keburu menganggap dirinya salah. Padahal, seharusnya Sandiaga Uno mempertemukannya dengan Dishub untuk mencari siapa yang salah.

    "Kalau nggak tahu persoalan jangan berkomentar," kata Ratna Sarumpaet mengkritik Sandiaga Uno.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.