Jumat, 16 November 2018

Anies Baswedan Ingin Ada Prasasti untuk 357 Warga Terdampak MRT

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembebasan salah satu lahan sengketa oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno beserta pemilik lahan, Mahesh, di area proyek pembangunan Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan. 20 Oktober 2017. Tempo/Zara

    Pembebasan salah satu lahan sengketa oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno beserta pemilik lahan, Mahesh, di area proyek pembangunan Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan. 20 Oktober 2017. Tempo/Zara

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin ada prasasti berisi 357 nama warga yang terkena dampak pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) fase I. Anies Baswedan meminta Direktur Utama PT MRT William Sabandar membuatkan prasasti tersebut.

    "Tadi saya juga sampaikan kepada direksi MRT agar nama-nama 357 keluarga yang berkontribusi lahan itu dibuatkan prasasti, dibuatkan daftar namanya. Karena itu lah yang menjadi warisan untuk anak cucu mereka," kata Anies Baswedan saat acara malam apresiasi kepada pemilik lahan yang terdampak proyek MRT fase I di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Senin, 9 April 2018.

    Menurut Anies Baswedan, prasasti itu merupakan tanda pahala kepada para keluarga yang telah memberikan lahannya dialifungsikan untuk proyek MRT. “Pembebasan lahan warga untuk pembangunan MRT bukan sekadar urusan untung rugi atau transaksi ekonomi,” kata Anies Baswedan.

    Anies Baswedan mengatakan, alih fungsi lahan warga untuk proyek pemerintah merupakan bentuk kelanjutan tradisi. Dulu semasa pendirian Republik Indonesia, ujar Anies Baswedan, semua orang menghibahkan apa saja, meliputi rumah, tanah, waktu, tenaga, bahkan nyawa, untuk pembangunan.

    "Hari ini kita meneruskan tradisi itu, tentu sekarang bukan hibah, ada imbalannya dalam bentuk rupiah. Tapi saya sampaikan kepada semua jangan lihat nilai rupiahnya, tapi lihat lah ini sebagai kontribusi," ujar Anies Baswedan. Pemerintah DKI Jakarta menghabiskan Rp 30 miliar untuk pembebasan lahan MRT fase I milik 357 keluarga itu.

    Menurut Anies Baswedan, nilai rupiah akan berubah dalam 20 hingga 30 tahun lagi. Namun, ujar dia, nama baik keluarga yang berkontribusi akan menjadi kebanggaan yang bernilai bagi anak cucu. "Saya sampaikan ke Pak William, semua orang dan semua pribadi yang mengerjakan proyek ini diabadikan, karena merekalah yang terlibat dalam proyek sejarah ini," kata Anies Baswedan. Namun, dia tidak merinci seperti apa bentuk dan lokasi prasasti itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.