Begini Sastrawan Danarto di Mata Menteri Agama Lukman Hakim

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Luqman Hakim Saifuddin memimpin salat jenazah sastrawan Danarto di ruang Instalasi Forensik dan Pelayanan Jenazah Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Rabu, 11 April 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    Menteri Agama Luqman Hakim Saifuddin memimpin salat jenazah sastrawan Danarto di ruang Instalasi Forensik dan Pelayanan Jenazah Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Rabu, 11 April 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menganggap almarhum Danarto bukan cuma seorang sastrawan, tapi juga agamawan.

    "Belakangan ini dia sedang mempelajari tasawuf ya. Karena karyanya juga dia bisa disebut agamawan," kata Lukman Hakim Saifuddin saat melayat jenazah Danarto di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, Rabu dini hari, 11 April 2018.

    Sebelumnya, pemenang hadiah sastra Dewan Kesenian Jakarta tahun 1982 itu mengalami kecelakaan lalu lintas di depan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan. Seorang pengendara motor berinisial SL menabraknya saat Danarto menyeberang di depan kampus UIN.

    Baca: Mengenang Danarto, Jual Rumah Lalu Tinggal di Indekos

    Danarto sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit UIN Ciputat. Namun, karena mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala, Danarto dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati.

    Sempat dirawat empat jam, nyawa Danarto tidak tertolong. Danarto meninggal dalam usia 77 tahun pada Selasa, 10 April 2018 di RS Fatmawati sekitar pukul 20.54.

    Lukman Hakim Saifuddin mengetahui kabar duka tersebut dari seorang kawannya. Dia mengaku terkejut sekaligus merasa kehilangan. "Dia orang baik. Banyak karya sastra yang telah dihasilkan olehnya," kata dia.

    Baca: Jenazah Danarto Akan Dimakamkan di Sragen

    Saat melayat, Lukman Hakim Saifuddin sempat memimpin salat jenazah. Dia mendoakan agar arwah Danarto dapat diterima di sisi Tuhan. "Mudah mudahan diampuni segala dosanya, diterima amalnya, dan dalam keadaan khusnul khotimah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.