Polisi Tembak Mati 2 Pelaku Perampokan Dana Sekolah Tangerang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pistol polisi. ANTARA/Ardiansyah

    Ilustrasi pistol polisi. ANTARA/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Dua tersangka perampokan dana BOS untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP Rp sebesar 121 juta dilumpuhkan dengan timah panas petugas Polres Metropolitan Tangerang. Kawanan perampok itu pun tewas. 

    Kepala Polres Metropolitan Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan menyatakan Maruli dan Mario ditembak karena melawan polisi. "Maruli menyerang petugas dengan golok, sedangkan Mario dengan senjata api jenis revolver," kata Harry petang tadi, Kamis, 12 April 2018, di RSUD Tangerang seusai melihat hasil otopsi jenazah tersangka.

    Harry menjelaskan, pelaku perampokan itu ditangkap pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi telah menangkap tiga tersangka lain sebelumnya.

    Sebelum penangkapan, tim Polres Metro Tangerang mencari barang bukti berupa senjata api dan golok di kontrakan Maruli, Jalan Irigasi, Neglasari. "Pada saat itu penyerangan terjadi, anggota kami kemudian menembak ke arah dada sebelah kiri hingga pelaku roboh," ucap Harry.

    BacaKaleidoskop 2017: Berita Perampokan yang Menjadi Viral

    Adapun Mario menodongkan pistol setelah menunjukkan barang bukti senjata api di lemari kamarnya kepada polisi. "Petugas langsung memberikan tembakan tegas dan terukur ke arah dada kiri pelaku."

    Selanjutnya, sekitar pukul  02.30 WIB kedua jasad pelaku dibawa ke Unit Gawat Darurat RSUD Kabupaten Tangerang.

    Menurut Kepala Satuan Reserse kriminal Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Deddy Supriadi, modus operandi tersangka adalah berkomplot melakukan pencurian dengan kekerasan. "Korbannya nasabah bank dengan modus penggembosan ban, yakni berpura-pura membantu kemudian merampas uang korban," ujarnya.

    Para tersangka menggunakan senjata api dalam setiap aksi perampokannya. Deddy menceritakan, peristiwa perampokan yang terakhir terjadi pada 4 April 2018 sekitar pukul 14.30 WIB. Korbannya adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) Bendahara Dinas Pendidikan bernama Erni Erawati, 43 tahun.

    Pada waktu itu korban selesai mengambil uang senilai Rp 121 juta dari Bank BRI Cab Tangerang, Jalan Ahmad Yani menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver. Dia ditemani dua rekan sesama PNS Novi Harianti (40) dan  Rizky Mariza (37).

    "Tersangka sebelumnya telah melakukan penggembosan ban Avanza sebelah kiri belakang dengan menggunakan paku payung yang dilekatkan pada sendal," ujar Deddy.

    Kemudian setelah penempelan paku payung itu, kelima  tersangka membuntuti kendaraan korban dengan mengendarai tiga sepeda motor. Saat korban melintas rel kereta di Jalan TMP Taruna, salah satu tersangka memberitahu korban bahwa ban mobil bocor.

    Korban berhenti di samping masjid Kompleks Pengayom jalan Pengadilan Raya Sukasari Kota Tangerang. Kemudian para pelaku berpura-pura membantu mengganti ban. Saat korban keluar dari kendaraan itulah tersangka  merampas tas milik korban yg berisi uang senilai Rp 121 juta lalu melarikan diri.

    Dari hasil pemeriksaan para saksi oleh Tim Resmob Polres dan Polsek Tangerang didukung rekaman CCTV di lokasi kejadian teridentifikasi tiga tersangka. Hasilnya pada Rabu, 11 April 2018, sekitar pukul 22.00 WIB tim gabungan menangkap Novri, Dodi dan Febri di Apartemen Green Lake View Unit Nomer 267. Selanjutnya polisi mendapat informasi untuk menangkap pelaku perampokan lainnya, Mario dan Maruli, di kontrakan mereka.

    Polisi mengamankan barang bukti perampokan berupa:
    -1 (satu) pucuk senjata api rakitan jenis revolver warna hitam
    - 5 (lima) butir peluru cal 22mm
    - 8 (delapan) buah paku payung siap pakai
    - 3 (tiga) paku payung
    - 1 (satu) buah cincin pemecah kaca
    - 2 (dua) buah sandal
    - 2 (dua) buah alat kikir- 3 (tiga) unit Sepeda motor yg digunakan sbg alat melakukan kejahatan berikut STNK
    - 3 (tiga) buah tas ransel
    - 2 (dua) buah tas selempang
    - 2 (dua) buah helm
    - 5 (lima) buah dompet
    - 1 (satu) buah alat isap narkotika jenis sabu/bong
    - Uang tunai Rp 500 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.