Detik-detik Remaja Curi Jaket Terekam CCTV Dibekuk, Diarak Bugil

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera CCTV. TEMPO/Arif Fadillah

    Kamera CCTV. TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Bekasi - Warga di Kampung Rawabambu Besar, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, menangkap dua remaja yang mencuri jaket di jemuran pada Ahad dinihari, 8 April 2018. Keduanya pun ditelanjangi dan diarak bugil. Selain itu, kedua remaja, AJ, 12 tahun, dan HL, 13 tahun, mendapat kekerasan fisik.

    Berdasarkan rekaman kamera circuit-closed television (CCTV) yang terpasang di Masjid Al Abror, tampak RZ yang menjadi bos dari AJ dan HL menunggu di depan sebuah gang. RZ menyuruh AJ dan HL mengambil sebuah jaket yang ada di jemuran milik warga.

    Tak lama kemudian, AJ keluar dari gang, disusul HL yang sudah menenteng jaket. Rupanya, pencurian jemuran itu diketahui si empunya, sehingga tiga remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama itu melarikan diri. RZ kabur ke kanan dari gang, sedangkan AJ dan HL ke kiri. Namun hanya AJ dan HL yang tertangkap warga.

    Baca: Remaja Diarak Bugil di Bekasi, Polisi Tangkap Satu Orang

    Geram dengan perbuatan AJ dan HL, warga menelanjangi keduanya. Menggunakan sepeda motor, AJ dibawa ke rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, lalu dibawa ke rumah pengurus rukun warga. Sedangkan HL langsung dibawa ke rumah pengurus RW. Di sana, baru mereka mengenakan pakaiannya kembali.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto mengatakan polisi telah menangkap satu orang yang menelanjangi serta diduga menganiaya AJ dan HL. Pelaku itu adalah MN, 40 tahun. "Kami masih mencari dua orang lagi, yaitu T dan N," ujar Indarto, Jumat, 14 April 2018.

    Indarto menuturkan sebetulnya yang dilakukan warga sudah bagus, karena telah menangkap pelaku kejahatan, membawanya ke rumah pengurus rukun warga, dan menyerahkan kepada orang tuanya. Tapi, selama proses itu, terjadi tindakan pidana, yaitu menelanjangi, menggiring dalam keadaan bugil, dan menganiaya.

    Karena itu, ucap dia, tersangka dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pengeroyokan dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancamannya 8 tahun penjara. Polisi telah menyita barang bukti berupa jaket yang dicuri. "Kami masih mencari pakaian korban yang sempat dibuka paksa pelaku," kata Indarto terkait dengan peristiwa dua remaja diarak bugil tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.