Uji Coba Sistem Ganjil-Genap, Pintu Tol Jakarta-Tangerang Macet

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan panjang mengular di Jalan tol arah Tangerang-Jakarta dari Karawaci-Kunciran, dampak uji coba penerapan ganjil genap di gerbang tol Tangerang 2 dan Kunciran 2. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Kemacetan panjang mengular di Jalan tol arah Tangerang-Jakarta dari Karawaci-Kunciran, dampak uji coba penerapan ganjil genap di gerbang tol Tangerang 2 dan Kunciran 2. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Kemacetan panjang mengular di Jalan Tol Tangerang-Jakarta saat uji coba penerapan aturan pelat nomor sistem ganjil-genap pada Senin pagi, 16 April 2018. Antrean kendaraan memanjang sejak 1 kilometer menjelang gerbang tol Karawaci hingga tol Kunciran 2, Alam Sutera.

    Traffic Control Service Manager Jasa Marga Cabang Tangerang-Jakarta Bing Purwatadi mengakui antrean kendaraan yang cukup panjang itu merupakan dampak uji coba aturan ganjil-genap di gerbang tol Tangerang 2 dan Kunciran 2.

    "Terjadi pergeseran waktu pemakaian jalan," ujar Bing kepada Tempo di lokasi uji coba Jalan Tol Tangerang 2, hari ini.

    Menurut Bing, pengguna jalan tol menggeser waktunya dari pukul 06.00 ke atas menjadi pukul 06.00 ke bawah. "Mereka menggunakan waktu lebih awal dari biasanya."

    Berdasarkan survei BPTJ, kata Bing, 66 persen kendaraan menggeser waktu berangkat dari pukul 06.00 ke atas menjadi pukul 06.00 ke bawah.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saiful Rohman juga mengakui yang paling berdampak pada penerapan aturan ganjil-genap ini adalah arus kendaraan di Jalan Tol Tangerang-Jakarta.

    "Karena jalan arteri di Kota Tangerang kami pastikan tidak begitu berdampak pada tahap uji coba ini," kata Saiful.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota Ajun Komisaris Besar Ojo Ruslani menjelaskan, arus kendaraan di wilayah Kota Tangerang tidak begitu berdampak sehingga tidak dilakukan rekayasa lalu lintas.

    "Kalaupun ada, kepadatan kendaraan disebabkan oleh pengendara yang bertanya dan penasaran," kata Ojo.

    Ojo berharap BPTJ dan pihak terkait lebih mengintensifkan sosialisasi aturan ganjil-genap dengan menyebar brosur dan spanduk di titik-titik strategis.

    Memang, sejumlah pengendara mengaku belum mengetahui ada aturan pelat nomor kendaraan ganjil-genap dari arah Tangerang menuju Jakarta yang melalui Jalan Tol Tangerang-Jakarta.

    "Belum tahu, makanya kaget juga ketika dihentikan," ujar Wira, salah seorang pengendara berpelat ganjil yang dihentikan petugas menjelang masuk gerbang tol Tangerang 2, Senin.

    Wira, yang mengendarai minibus Avanza, mengaku akan ke Jakarta Pusat. Namun, karena pelat kendaraannya ganjil, lelaki ini diarahkan petugas untuk tidak memasuki gerbang tol Tangerang 2 dan dialihkan ke Jalan Raya Serpong.

    Dwi, pengendara lain, juga mengaku belum mengetahui dengan terperinci aturan ganjil-genap di Jalan Tol Tangerang-Jakarta ini.

    "Sudah tahu kalau ada pembatasan, tapi secara teknis belum paham," kata wanita berusia 40 tahun tersebut.

    Menanggapi pemberlakuan sistem ganjil-genap ini, Dwi mengaku mendukung dan berharap kemacetan di jalan, khususnya arah Jakarta, bisa berkurang.

    Wira dan Dwi adalah dua dari puluhan pengendara yang dihentikan petugas menjelang gerbang tol Tangerang 2 pada Senin pagi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.