Jejak Cyber Indonesia Menyengat Ahmad Dhani dan Kubu Anti Ahok

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saksi pelapor dalam sidang ujaran kebencian di media sosial Jon Riah Ukur atau Jonru Ginting, Muannas Alaidid, dihadirkan untuk memberikan kesaksian dalam sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 25 Januari 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Saksi pelapor dalam sidang ujaran kebencian di media sosial Jon Riah Ukur atau Jonru Ginting, Muannas Alaidid, dihadirkan untuk memberikan kesaksian dalam sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 25 Januari 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah perhatian publik terhadap sidang perdana musikus Ahmad Dhani, kelompok Cyber Indonesia terus menunjukkan eksistensinya dengan melaporkan sejumlah orang yang dianggap menyebar hoaks dan ujaran kebencian. Mungkin kebetulan, para terlapor itu masuk dalam kubu anti Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

    Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid mencatat sekitar 30 orang telah dilaporkan ke polisi oleh organisasi yang ia pimpin. "Concern kami melawan ujaran kebencian," katanya ketika dihubungi di Jakarta hari ini, Senin, 16 April 2018. "Tapi kami juga fokus pada edukasi dan monitoring."

    Muannas yang mengadukan Jon Riah Ukur Ginting atau Jonru Ginting atas ujaran kebencian SARA via Facebook sehingga divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 2 Maret 2018.

    BacaRocky Gerung Dilaporkan Oleh Cyber Indonesia untuk Ketiga Kalinya

    Yang terbaru, Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian sore ini, sekitar pukul 16.00 WIB, akan melaporkan mantan dosen filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung, ke Bareskrim Polri. Ucapan Rocky soal "Kitab Suci adalah Fiksi," dinilai telah menodai agama dan berpotensi mememecah belah kerukunan umat beragama.

    Rocky juga diadukan ke Polda Metro Jaya. Sedangkan pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais dipolisikan oleh aktivis Cyber Indonesia kemarin, Minggu, 15 April 2018, gara-gara Tuhan dan setan dia sebut "punya" partai.

    Jack Lapian adalah pendiri Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Network yang berkantor di Jalan Kemang Raya 11, kelompok pendukung Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Pada awal Maret 2017, dia mengadukan musikus Ahmad Dhani ke Polres Metro Jakarta Selatan. Siang ini, Ahmad Dhani menjalani sidang perdana dalam perkara ujaran kebencian via Twitter terhadap Ahok.

    Muannas mengakui beberapa petinggi dan aktivis Cyber Indonesia pernah terlibat dalam BTP Network. Namun, menurut dia, sama sekali tidak ada kaitan BTP Network dan Cyber Indonesia. Ia juga menolak kalau Cyber Indonesia disebut reinkarnasi atau kelanjutan dari kelompok pro Ahok.

    Saat ini, Muannas mengklaim, organisasinya telah berdiri di sekitar sepuluh daerah, antara lain di Jabodetabek, Kalimantan Barat, Sumatera, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, hingga Papua. "Kami mau bentuk di semua provinsi," ucap Muannas, yang diketahui gencar mendukung Ahok via media sosial selama Pilkada DKI Jakarta 2017.

    Cyber Indonesia disebutnya hanyalah lembaga advokasi publik yang bersifat independen tanpa sokongan pejabat. Tidak hanya anti hoaks dan menyengat dengan pasal ujaran kebencian seperti yang dialami Ahmad Dhani, Muannas dkk juga mengurusi kampanye penyampaian pesan positif di media sosial. Menggunakan media sosial dengan bijak menjadi tujuan supaya ujaran kebencian dan hoaks tak merajalela seperti ketika Ahok vs Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.