Penemuan Mayat di Gang Waru Diduga Korban Pembunuhan Gay

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polres Metro Jakarta Timur menduga pembunuhan Ali Rahman, 34, yang jasadnya ditemukan di Gang Waru Cawang dilakukan pasangan gay-nya. Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Yoyon Tony Surya Saputra mengatakan polisi telah menangkap tersangka Petrus Paulus Aulubun (21).

    Tony mengatakan Petrus nekad menganiaya hingga membunuh Ali lantaran bermotifkan sakit hati dan dendam. Akibat penganiayaan itu, korban meninggal dunia dengan luka pada bagian pergelangan tangan kiri, pelipis kiri, mata kiri, dada kanan, punggung kanan dan paha kanan.

    Namun Tony menolak menjelaskan kasus ini karena pemeriksaan terhadap Petrus belum selesai. Pada saat ini penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur masih memeriksa intensif Petrus guna memastikan motif dan kronologis pembunuhan terhadap Ali. 

    Baca: Pembunuhan Purnawirawan TNI AL: Uang Korban Untuk Beli Jeans

    Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur menangkap Petrus Paulus Aulubun yang diduga sebagai pembunuh Ali Rahman. Mayat Ali ditemukan di Gang Waru RT08/06 Cawang Kecamatan Kramatjati pada Senin, 16 April 2018. 

    "Pelaku ditangkap di rumah kakaknya," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono.

    Anggota pimpinan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Sapta Maulana Marpaung menciduk tersangka pelaku pembunuhan di rumah kakaknya bernama Johanes D Aulubun di Wisma Pondok Anugerah Group Jalan Raya Serang RT12/06 Nomor 33 Desa Sukadami Cikarang Selatan Bekasi Jawa Barat pada Selasa pagi, 17 April 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.