13 Seniman Garap Lukisan 3D Instagramable di Plaza Pemkot Bekasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak berfoto di Kampung 3D warna-warni di Gang Cantik Jalan Husada Perumahan Reni Jaya, RT 06/06, Tangerang Selatan, 13 April 2018. Setelah berhias dengan lukisan alam 3D, gang ini mendadak ramai dan terkenal di pemberitaan media massa. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah anak berfoto di Kampung 3D warna-warni di Gang Cantik Jalan Husada Perumahan Reni Jaya, RT 06/06, Tangerang Selatan, 13 April 2018. Setelah berhias dengan lukisan alam 3D, gang ini mendadak ramai dan terkenal di pemberitaan media massa. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Bekasi - Forum Seniman Bekasi akan membuat lukisan tiga dimensi atau 3D di empat titik Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani nomor 1, Bekasi Selatan. Ketua Forum Seniman Bekasi Sarkeh Yeksa Chandra mengatakan empat lukisan itu adalah tahap awal. 

    "Kalau berhasil, kita perluas ke ratusan taman di Kota Bekasi," kata Sarkeh di Bekasi, Selasa 17 April 2018.

    Menurut Sarkeh, Forum Seniman Bekasi tengah mengintensifkan komunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam menggagas lukisan 3 dimensi di sejumlah titik taman kota tersebut. Pembuatan lukisan 3D itu akan melibatkan sekitar 13 perupa di Kota Bekasi untuk melukis objek 3 dimensi yang Instagramable agar menambah daya tarik pengunjung ke taman kota.   

    "Lukisan 3D ini bisa menjadi titik swafoto yang menarik bagi pengunjung taman kota untuk dipamerkan di media sosial," katanya.

    Baca: Anies Baswedan Belum Laporkan Lukisan dari Pasien Gangguan Jiwa, KPK: Masih Ada Waktu

    Forum Seniman Bekasi juga merintis jaringan pasar bagi produk seni rupa para anggotanya dengan menggandeng pemerintah daerah serta kalangan pengusaha properti di wilayah setempat. "Pada tiga tahun ke depan, apartemen akan berkembang di Bekasi. Mereka akan belanja benda seni untuk dekorasi ruangan. Kita inginnya, ke depan mereka sudah tidak belanja produk seni di luar daerah lagi," kata Sarkeh Yeksa Chandra.

    Menurut dia, untuk itu pihaknya akan menjalin para investor properti di Kota Bekasi, salah satunya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi. Produk seni rupa seperti tulisan, lukisan dan barang-barang kerajinan tangan, tambahnya, perlu diselaraskan dengan kebutuhan hunian di Kota Bekasi yang setiap tahun terus berkembang. "Kota yang bagus itu tidak hanya pada tata ruangnya saja, tapi juga seni dan budayanya," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.