Kasus Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dilempar ke Mabes Polri

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukmawati Soekarnoputri tiba untuk menggelar jumpa pers mengenai polemik puisinya yang bertajuk 'Ibu Indonesia' di Cikini, Jakarta, 4 April 2018. Puisi Ibu Indonesia, kata dia, ditulis sebagai refleksi dari keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sukmawati Soekarnoputri tiba untuk menggelar jumpa pers mengenai polemik puisinya yang bertajuk 'Ibu Indonesia' di Cikini, Jakarta, 4 April 2018. Puisi Ibu Indonesia, kata dia, ditulis sebagai refleksi dari keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya melimpahkan penyelidikan dua laporan puisi Sukmawati Soekarnoputri ke Markas Besar Polri.

    "Dilimpahkan ke Mabes, baru dua hari yang lalu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta di kantornya kemarin, Rabu, 18 April 2018.

    Menurut dia, pelimpahan kasus itu agar semua penanganan laporan terhadap Sukmawati Soekarnoputri fokus di Mabes Polri. Dua laporan terhadap adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tersebut masing-masing oleh pengacara bernama Denny Andrian dan Amron Asyhari dengan nomor LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum dan LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum pada Selasa, 3 April 2018.

    BacaKontroversi Puisi Sukmawati Soekarnoputri: Polisi Beri Penjelasan

    Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena dianggap telah melakukan penistaan agama melalui puisi ciptaannya yang berjudul "Ibu Indonesia." Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang memuji keindahan budaya nasional itu dibacakannya di acara Jakarta Fashion Week 2018.

    Dia dituduh melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dalam laporan Amron. Sedangkan dalam laporan Denny, Sukmawati dikenakan Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

    Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto menuturkan, pelimpahan kasus Puisi Sukmawati Soekarnoputri memang dimungkinkan jika banyak laporan atas kasus yang sama. "(Kasus puisi Sukmawati Soekarnoputri) Masih kami tangani, kan tersebar. Kalau tersebar bisa kita tarik semua jadi satu. Persoalannya, kan sama," ujarnya di Polda Metro Jaya kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.