Underpass Matraman Rampung, Pengamat: Karpet Merah Mobil Pribadi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa bus Transjakarta hampir tak bergerak saat macet akibat uji coba underpass Matraman, Jakarta Timur, Selasa, 10 April 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    Beberapa bus Transjakarta hampir tak bergerak saat macet akibat uji coba underpass Matraman, Jakarta Timur, Selasa, 10 April 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan bicara soal hasil proyek underpass Matraman yang sepekan terakhir telah diujicoba ke publik.

    Saat dihubungi oleh Tempo pada Kamis, 19 April 2018, Tigor mengatakan seharusnya pengendalian jumlah kendaraan pribadi (mobil dan motor) menjadi fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan dibandingkan marak membangun proyek infrastruktur.
    Baca : Begini Kondisi Lalu Lintas Uji Coba Hari Kedua Underpass Matraman

    "Sementara underpass ini seperti memberi karpet merah bagi kendaraan (mobil) pribadi," ujar Tigor.

    Kendaraan melaju saat uji coba "open traffic" pada hari pertama di jalur Lintas Bawah Matraman, Jakarta, 10 April 2018. Pembangunan jalur lintas bawah atau "underpass" Matraman sepanjang 670,1 meter dan lebar tujuh meter serta memiliki dua cabang jalan yaitu dari arah Jalan Matraman Dalam bercabang ke arah Jalan Pramuka Raya dan Jalan Matraman Raya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menurut Tigor, hal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah membenahi transportasi massal agar masyarakat beralih dari penggunaan motor dan mobil.

    Tigor melihat penambahan proyek underpass Matraman justru memindahkan titik penumpukan kendaraan ke jalan-jalan kecil.

    "Bukan mengurai, malah memindahkan kemacetan. Itu tuh sampai sejauh Pegangsaan, macet," ucap Tigor saat membahas lalu-lintas Simpang Matraman dan sekitarnya setelah dibangun underpass Matraman. "Kalau saya nilai, (underpass) justru akan meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor pribadi."

    SALSABILA PUTRI PERTIWI | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.