Polisi Ringkus Pelaku Hipnotis yang Beraksi di Kampung Rambutan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Resor Metro Tangerang membekuk komplotan penipu dengan modus penggandaan uang. Empat tersangka; AG ditangkap di Cirebon dan IS, F dan R di Tangerang. Korban penipuan dihipnotis sebelum uangnya dibawa kabur tersangka, 4 April 2018. TEMPO/Ayu Cipta

    Kepolisian Resor Metro Tangerang membekuk komplotan penipu dengan modus penggandaan uang. Empat tersangka; AG ditangkap di Cirebon dan IS, F dan R di Tangerang. Korban penipuan dihipnotis sebelum uangnya dibawa kabur tersangka, 4 April 2018. TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Subdirektorat Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya meringkus dua tersangka kasus penipuan bermodus hipnotis. Pelaku penipuan bernama Joni Irawan dan Edy Sofyan itu beraksi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.  

    "Kami melakukan penindakan terhadap dua tersangka tindak penipuan dengan modus hipnotis," kata Kepala Unit 1 Subdirektorat Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Malvino Edward Yustica melalui pesan singkat, Kamis, 19 April 2018.

    Kasus penipuan ini terungkap setelah korban bernama Eutik Komah melapor ke Polda Metro Jaya, Rabu, 18 April 2018. Setelah mendalami laporan korban, polisi menangkap Joni dan Edy yang sedang nongkrong di pul bus Mayasari di Ciracas.

    Dalam melakukan penipuan, Joni mendekati Eutik yang tengah menunggu bus di terminal Kampung Rambutan. Joni mengajak Eutik mengobrol dan melancarkan aksi hipnotis terhadap korbannya. 

    Setelah yakin korban terhipnotis, Joni langsung menggasak barang berharga. "Di situlah, barang-barang berharga korban diambil,” ujar Malvino.

    Akibat hipnotis itu, Eutik kehilangan uang senilai Rp 4 juta, dua unit telepon seluler merek Nokia dan Samsung, serta tas ransel. Dua pelaku hipnotis Joni dan Edy dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.