Ada 24 Adegan Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi membawa Supriyanto, 20 tahun, untuk menjalani reka ulang pembunuhan  Pembantu Letnan Satu (Purn) Hunaedi di Kompleks TNI AL, Jalan Karang Tengah Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat, 20 April 2018.

    Polisi membawa Supriyanto, 20 tahun, untuk menjalani reka ulang pembunuhan Pembantu Letnan Satu (Purn) Hunaedi di Kompleks TNI AL, Jalan Karang Tengah Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat, 20 April 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta – Polisi melakukan reka ulang atau rekonstruksi pembunuhan terhadap Pembantu Letnan Satu (Purnawirawan) Hunaedi, 82 tahun. Pensiunan TNI Angkatan Laut itu dibunuh di rumahnya sendiri di Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada 5 April 2018.

    "Ini untuk melengkapi berkas perkara, agar secepatnya dikirim ke kejaksaan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Polisi Stefanus Michael Tamuntuan di lokasi reka ulang, Kompleks TNI AL Pondok Labu pada Jumat  20 April 2018.

    Supriyanto, 20 tahun, pelaku pembunuhan, menjalani rekonstruksi ini. Reka ulang dilakukan dengan pengawalan ketat sejumlah personel polisi dari Polres Jakarta Selatan, Polsek Cilandak, dan POM Angkatan Laut.

    Baca: Inilah Supriyanto, Pelaku Pembunuhan Purnawirawan TNI AL Hunaedi

    Ada 24 adegan yang diulang dalam rekonstruksi dengan garis besar sebagai berikut:

    Pertama, Supriyanto berjalan di samping rumah Hunaedi. Ia membuka pagar rumah dan masuk ke dalam pekarangan. Saat itu, Supriyanto telah membawa pisau miliknya.

    Kedua, ia berjalan terlebih dahulu ke pintu kecil di samping rumah. Di sana, Supriyanto sempat mengintip isi rumah. Rumah itu memang hanya dihuni oleh Hunaedi dan sang istri, Sopiah, 77 tahun.

    Ketiga, Supriyanto berjalan ke pintu depan dan mengetuknya. Mendengar ada tamu, Hunaedi menyibak tirai jendela, membuka pintu, dan menanyakan maksud kedatangan pelaku.

    Keempat, pelaku lalu melihat uang sebanyak Rp 200 ribu di atas meja ruang tamu. Supriyanto pun mengambil uang tersebut. Hunaedi sempat menghalanginya sampai kemudian mendapat tiga luka tusukan di tangan, dada, dan di bagian rusuk.

    Keempat, melihat suaminya bersimbah darah, Sopiah berlari lewat pintu samping rumah. Di balik pagar, ia berteriak minta tolong. Ia juga berlari ke Jalan Karang Tengah Raya meminta pertolongan.  Rumah Hunaedi berada di Jalan Kayumanis, terpisah sebuah kali kecil dari jalan besar tersebut.

    Kelima, seorang pedagang nasi goreng, Awaluddin, mendengar teriakan Sopiah. Tak lama kemudian, sejumlah warga lain pun berkumpul di lokasi kejadian.

    Keenam, namun sebelum warga datang, Supriyanto telah lebih dulu kabur. Ia berjalan kaki melewati jalan di samping rumah Hunaedi, jalan yang ia lewati saat datang.

    Ketujuh, usai membunuh Hunaedi, Supriyanto pun hanya berjalan kaki menuju rumahnya. Tidak ada satupun orang yang datang menjemput.

    Kediaman pelaku pembunuhan diketahui adalah sebuah rumah kontrakan di Jalan Haji Muslim, depan Supermarket Aneka Buana Pondok Labu, 2 kilometer dari rumah Hunaedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.